Jokowi: 33% Penderita TBC Belum Terdeteksi dan Perlu Ditangani

– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan dari 845.000 penduduk Indonesia penderita penyakit tuberkulosis ( TBC ), yang baru terdeteksi sekitar 562.000 orang. Artinya masih ada 33 persen atau sebanyak 283.000 yang belum terdeteksi atau terlaporkan untuk segera ditangani penyembuhannya.

“Kita harus tahu bahwa ada 845.000 penduduk penderita TBC, dan yang ternotifikasi baru 562.000, sehingga yang belum terlaporkan masih kurang 33 persen. Ini hati-hati,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) tentang percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Baca juga:  30% Penderita TBC Belum Ditemukan dan Berpotensi Menularkan

Menurut Jokowi kehati-hatian dalam penanganan tuberkulosis sangat penting. Pasalnya, TBC merupakan salah satu dari 10 penyakit menular yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia. Bahkan lebih besar dibandingkan HIV/AIDS setiap tahunnya. “Perlu kembali saya ingatkan bahwa Indonesia masuk ke ranking ketiga kasus penderita TB tertinggi di dunia setelah India dan Tiongkok (China),” ujar Jokowi.

Di Indonesia, pada tahun 2017 tercatat 116.000 orang meninggal dunia karena TBC. Jumlah tersebut menurun pada 2018 sebanyak 98.000 orang meninggal. “Perlu kita ketahui, 75 persen pasien TBC adalah kelompok produktif. Artinya di usia-usia produktif 15-55 tahun. Ini yang juga harus kita waspadai,” terang Jokowi.

Untuk itu, lanjut Jokowi, pemerintah memiliki target untuk pengurangan tuberkulosis, yakni pada 2030 menuju Indonesia bebas tuberkulosis.

Berita terkait: