Jelang Idul Fitri, La Nyalla: Waspada pangan berzat kimia berbahaya

Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengajak masyarakat mewaspadai peredaran bahan pangan mengandung zat kimia berbahaya terutama menjelang Idul Fitri..

“Makanan yang sepertinya menyehatkan ternyata mengandung bahan kimia seperti pengawet mayat atau formalin, sedangkan di sayuran ada pestisidanya. Masyarakat harus waspada karena berbahaya bagi siapa saja yang mengkonsumsi,” ujar LaNyalla dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.

Imbauan tersebut disampaikannya menyusul adanya temuan makanan dan sayuran berbahan kimia ditemukan saat Operasi Keamanan Pangan di pasar tradisional dan modern di Kebumen, Jawa Tengah.

Baca juga: LaNyalla: Tertibkan penambangan ilegal di daerah dekat IKN

Dalam operasi tersebut juga ditemukan ikan teri mengandung formalin yang dipasok dari Jawa Timur dan sayuran kubis dari Magelang yang mengandung pestisida.

Senator asal Jawa Timur ini meminta dinas terkait menelusuri pelaku produksi makanan berformalin itu.

“Mereka perlu dibina dan diawasi sehingga produk yang dihasilkan benar-benar sudah aman ketika sampai ke masyarakat,” imbuhnya.

Pria yang menjabat Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu juga meminta penyuluh lapangan pertanian lebih intensif dalam membimbing para petani dalam penggunaan pupuk kimia.

“Para petani masih butuh pemahaman terkait pemakaian pestisida pada tanaman pangan. Misalnya untuk buah dan sayuran sebaiknya menghindari penyemprotan pestisida seminggu menjelang panen,” ujarnya.

Terakhir, alumnus Universitas Brawijaya Malang ini mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku bersih dan sehat sebelum mengolah dan mengkonsumsi buah dan sayuran. Seperti mencuci sayur dan buah-buahan dengan air mengalir.

Baca juga: DPD RI dukung Mendagri inventarisir Perda hambat masuk investasi
Baca juga: Ketua DPD: Percepatan penetapan KPI pacu pertumbuhan ekonomi daerah
Baca juga: Ketua DPD ajak kaum buruh bantu pemerintah atasi pandemi

Berita terkait: