Jelang Data Inflasi, Bursa AS Terkoreksi Setelah Cetak Rekor Tertinggi

Bursa AS di Wall Street pada Senin (12/4/2021) melemah setelah mencetak rekor tertinggi pekan lalu menjelang rilis data inflasi dan dimulainya pendapatan perusahaan kuartal pertama.

S&P 500 merosot kurang 1 poin menjadi 4.127,99 setelah ditutup pada rekor tertinggi perdagangan hari sebelumnya. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 55,20 poin, atau 0,2% menjadi 33.745,40, dari rekor tertinggi. Intel mengalami penurunan terbesar di indeks bluechip Dow, melemah lebih 4%. Komposit Nasdaq berkurang 0,4% menjadi 13.850,00.

Wall Street relatif tenang dengan S&P 500 bergerak dalam kisaran 1% selama lima hari perdagangan berturut-turut. Gejolak pasar telah menurun ke level sebelum pandemi di tengah meningkatnya optimisme pembukaan kembali ekonomi.

Saham Nuance Communications melonjak hampir 16% setelah Microsoft mengumumkan akan membeli perusahaan pengenalan suara dalam kesepakatan US$ 16 miliar. Akuisisi Nuansa merupakan aksi korporasi terbesar Microsoft sejak membeli LinkedIn senilai US$ 26 miliar pada 2016.

BACA JUGA

Dow Meroket ke Rekor Tertinggi, Secara Mingguan Naik 2%

Nvidia melonjak 5,6% setelah raksasa chi p itu mengatakan pendapatan kuartal pertama untuk fiskal 2022 diproyeksi di atas perkiraan sebelumnya. Nvidia juga berharap permintaan terus melebihi pasokan pada tahun ini.

Sementara saham Carnival dan Norwegian Cruise Line masing-masing turun lebih dari 4%. United Airlines turun 3,9% setelah maskapai mengatakan pendapatan kuartal pertamanya diperkirakan anjlok 66% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

“Di tengah level tertinggi baru, tidak mengherankan jika pasar bergerak agak dalam akhir-akhir ini,” kata Direktur Produk Perdagangan dan Investasi di E-Trade, Chris Larkin.

“Semua mata akan tertuju pada pengumuman inflasi besok. Dan tentu saja kami memnatau musim kinerja penghasilan emiten yang bisa menjadi katalisator pergerakan pasar selama beberapa minggu ke depan.”

Musim pelaporan pendapatan emiten kuartal pertama dimulai minggu ini. Banyak bank terbesar di negara itu, termasuk Goldman Sachs dan JPMorgan Chase minggu ini akan melaporkan hasil tiga bulan pertama 2021.

BACA JUGA

Bursa Eropa Ditutup Melemah Mengikuti Sentimen Global

Minggu ini juga dikemas dengan pidato Federal Reserve dan data ekonomi utama termasuk pengumuman inflasi dan indeks harga konsumen AS pada Selasa. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones mengantisipasi kenaikan inflasi 0,5% bulan ke bulan dan kenaikan 2,5% dari level tahun lalu.

Tesla naik 3,7% menjadi di atas US$ 700 pada Senin setelah Canaccord Genuity meningkatkan rekomendasi saham jadi buy dan menaikkan target harga menjadi US$ 1,071, mengutip inovasi baterainya.

Ketua Fed Jerome Powell pada Minggu (11/4/2021) menegaskan kembali bahwa Fed ingin melihat inflasi naik di atas 2%. “Kami ingin melihat inflasi bergerak hingga 2%, dan yang kami maksudkan secara berkelanjutan,” kata Powell dalam sebuah wawancara yang disiarkan Minggu malam di “60 Minutes CBS News.

Berita terkait: