JEC Targetkan 70.000 Kunjungan Pasien di 2020

JEC Eye Hospitals and Clinics menargetkan 70.000 kunjungan pasien sepanjang 2020. Untuk mencapai target tersebut, rumah sakit khusus mata ini terus melakukan kolaborasi dengan para dokter ahli mata yang ada di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, JEC juga melakukan pembukaan kantor cabang baru. Salah satunya, dengan menghadirkan Klinik Utama Mata JEC-Orbita di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dengan demikian, saat ini JEC telah memiliki 11 cabang di seluruh Indonesia.

Presiden Direktur JEC Korporat, Dr Johan A Hutauruk SpM(K) mengatakan, pihaknya berupaya untuk mendukung optimalisasi penglihatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

“Kami percaya visi tersebut dapat terealisasi melalui pelayanan klinis bertaraf internasional. Karenanya, kini bersama-sama JEC-Orbita, kami optimistis bisa segera mewujudkan kemudahan akses terhadap fasilitas kesehatan mata bagi masyarakat Makassar dan Sulsel, termasuk wilayah nusantara bagian timur,” ungkapnya di sela virtual konferensi pers JEC-Orbita @ Makassar, Rabu (5/8/2020).

Menurut Johan, saat ini masih banyak pasien dalam negeri yang berobat ke luar negeri. Padahal, dari segi biaya tentu masih lebih murah di lakukan di dalam negeri dengan kualitas yang sama. Ia mencontohkan, masyarakat di Indonesia timur banyak yang memilih berobat ke Australia untuk lasik. Jika dibandingkan, biaya lasik di negara tersebut mematok harga US$ 9.000 atau sekitar Rp 131,4 juta (kurs Rp 14.600 per dolar AS). Sedangkan di dalam negeri, biayanya hanya cukup Rp 27 juta.

“Untuk itu, dengan hadirnya cabang kesebelas di Makassar, kami menargetkan mampu melayani lebih dari 70.000 kunjungan pasien sepanjang 2020,” tegas Johan.

Sementara itu, Direktur JEC-Orbita @ Makassar, Dr dr Habibah S Muhiddin SpM(K), menambahkan, hadirnya JEC-Orbita @ Makassar menandai babak baru pusat kesehatan mata berkonsep one-stop-solution bagi masyarakat Makassar dan Sulsel. Lebih dari itu, sebagai bagian terintegrasi dari JEC Eye Hospitals and Clinics, JEC-Orbita @ Makassar juga menawarkan peningkatan kualitas layanan yang semakin menyeluruh, mulai dari tahap pemeriksaan, hingga operasi atau pembedahan dan pemulihan.

“Dengan demikian, kami berharap masyarakat lebih terdorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara berkala sehingga dapat membantu menurunkan risiko gangguan penglihatan dan kebutaan sedini mungkin,” jelas Habibah.

Habibah menjelaskan, keluhan paling banyak yang terjadi di Makasar adalah masalah mata kering dan katarak. Ditambah lagi dengan kebutaan akibat komplikasi Diabetes Melitus (DM). Hal itu karena tingginya angka populasi penderita DM di wilayah tersebut. Tidak hanya itu, penggunaan lensa kontak juga terkadang menimbulkan keluhan bagi masyarakat. Masalah lensa kontak ini tidak bisa diabaikan karena bisa menyebabkan kerusakan pada kornea.

“Untuk itu, dalam waktu dekat kami akan menghadirkan layanan khusus mengenai lensa kontak untuk memberikan edukasi dan pelayanan mencegah terjadinya kerusakan tersebut,” pungkas Habibah.

Berita terkait: