Jasa Raharja Beri Total Rp200 Juta 4 Keluarga Korban Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh

PT Jasa Raharja (Persero) sejauh ini telah mencairkan santunan kepada empat keluarga korban penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang telah teridentifikasi. Total santunan yang sudah diberikan kepada empat keluarga korban sejauh ini sebesar Rp200 juta.

“Jadi sudah kami serahkan empat, dan semuanya dapat kami selesaikan kurang dari 24 jam sejak diidentifikasi,” ujar Direktur Operasional Jasa Raharja, Amos Sampetoding, seperti dikutip dari Antara di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (13/1).

Saat ini Jasa Raharja memiliki data dan para insan Jasa Raharja sudah bersiaga di 27 kota di 13 provinsi. Manakala ada pengumuman identifikasi dalam konferensi pers di rumah sakit Polri Kramat Jati, maka petugas Jasa Raharja langsung bergerak menghubungi keluarga korban atau ahli waris.

“Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan, santunan yang diberikan kepada korban meninggal dalam kecelakaan angkutan umum itu adalah Rp50 juta. Ini adalah perlindungan sosial dan santunan juga diberikan sebagai bukti kehadiran negara kepada masyarakat sebagai empati atas terjadinya kecelakaan,” kata Amos Sampetoding.

Dia juga menambahkan, Jasa Raharja menargetkan penyerahan santunan dilakukan secepat-cepatnya, karena itu amanah bapak Presiden Joko Widodo kepada Jasa Raharja untuk memberikan hak-hak asuransi secepat-cepatnya kepada korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Jasa Raharja Tetap Beri Santunan Meski Korban Pesawat Sriwijaya yang Jatuh Tak Ditemukan

tetap beri santunan meski korban pesawat sriwijaya yang jatuh tak ditemukan

PT Jasa Raharja (Persero) tetap akan memberikan santunan kepada keluarga ataupun ahli waris korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 kendati jasad korban tidak ditemukan.

“Santunan tetap diberikan, setelah ada pernyataan dari pihak yang berwenang bahwa korban tidak ditemukan,” ujar Amos Sampetoding.

Menurut dia, nantinya pihak Jasa Raharja akan mendapatkan keterangan yang dibuat oleh regulator instansi terkait bahwa korban tidak ditemukan.

Pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-500 hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Hingga Selasa (12/1), Basarnas melaporkan bahwa tim SAR gabungan telah mendapatkan 65 kantong jenazah sehingga total menjadi 139 kantong jenazah yang sudah ditemukan.

Selain itu tim SAR gabungan juga menemukan 10 kantong bagian berisi serpihan kecil pesawat dan potongan besar pesawat sebanyak dua buah, sehingga total menjadi 26 kantong yang sudah ditemukan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 15 dan 16 /PMK.10/2017 Tanggal 13 Februari 2017, besaran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas darat/laut/udara adalah Rp50 juta untuk korban meninggal dunia.

Sedangkan nilai santunan bagi korban cacat tetap maksimal Rp50 juta. Sementara untuk penggantian biaya penguburan bagi korban yang tidak memiliki ahli waris akan diberikan santunan Rp4 juta. Selain itu terdapat juga manfaat tambahan penggantian biaya ambulans sebesar Rp500.000.

Baca juga:
Dua Jenazah Baru Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Berhasil Teridentifikasi
CEK FAKTA: Hoaks Suara Dalam Air di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air
CEK FAKTA: Hoaks Video Pengangkatan Badan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
KNKT Mulai Unduh Data di FDR Black Box Sriwijaya Air, Begini Prosesnya
Kopaska Temukan Nelayan Tewas di Perairan saat Operasi Pencarian Sriwijaya Air
KNKT Kembali Periksa Turbin Pesawat Sriwijaya Air di Hari Ke-5 Pencarian
Jadikan Korban Pesawat Sriwijaya Air Bahan Candaan di Medsos, Pria Ini Diciduk Polisi

Berita terkait: