Jaksa Ragukan Djoko Tjandra Tengah Sakit

Jaksa Penuntut Umum mengaku meragukan bahwa buronan perkara pengalihan hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra sedang sakit di Malaysia. Alasan sakit ini dipergunakan Djoko Tjandra untuk mangkir dalam tiga kali persidangan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Jaksa menyatakan, keterangan sakit Djoko Tjandra hanya berdasarkan surat keterangan dokter di sebuah klinik di Kuala Lumpur, Malaysia. Surat keterangan tersebut tidak diperkuat dengan keterangan lainnya, seperti rekam medis.

Pengacara Djoko Tjandra Bakal Jadi Tersangka?

“Manakala dengan adanya keterangan sakit, maka sudah seharusnya majelis hakim meminta Djoko Tjandra diperiksa di rumah sakit umum atau rumah sakit daerah,” kata Jaksa.

Dalam kesempatan ini, Jaksa meminta Majelis Hakim menolak permintaan Djoko Tjandra agar sidang pemeriksaan PK digelar secara daring. Jaksa menyatakan, SEMA Nomor 1 Tahun 2012 menyatakan terpidana atau ahli waris yang mengajukan PK harus hadir di persidangan. Apalagi, Djoko Tjandra saat ini tengah buron. Jaksa menilai permintaan Djoko Tjandra agar persidangan dapat digelar secara daring telah merendahkan martabat peradilan ( contempt of court ). Untuk itu, Jaksa meminta Majelis Hakim tidak menerima permohonan PK Djoko Tjandra dan tidak meneruskan berkas perkaranya ke Mahkamah Agung (MA).

Baca juga:  MAKI Minta Aset Djoko Tjandra Dibekukan

“Dengan demikian, maka kami berpendapat dalam sidang PK ini tidak dapat dilakukan secara online atau daring dan sudah sepantasnya Majelis Hakim menyatakan tidak dapat diterima permohonan PK Djoko Tjandra dan berkas perkara tidak dilanjutkan ke MA,” kata Jaksa.

Berita terkait: