Izin Orang Tua Tetap Jadi Faktor Penentu Anak Ikut Sekolah Tatap Muka

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, orang tua masih mempunyak hak penuh untuk menentukan anak-anaknya mengikuti sekolah tatap muka atau sekolah secara daring.

Pemprov DKI, kata Riza, tidak memaksakan anak-anak mengikuti sekolah tatap muka kalau merasakan persiapan belum matang.

“Sampai hari ini data yang masuk kurang lebih masih 20%-30% orang tua yang mengizinkan anaknya ikut sekolah tatap muka,” ujar Riza di sela-sela kegiatan meninjau sekolah tatap muka di SMK Negeri 2 Jakarta, Jakarta Pusat pada Rabu (7/4/2021).

Oleh karena itu, Riza mengharapkan dukungan penuh dari para orang tua murid dalam pelaksanaan sekolah tatap muka ini. Pihaknya sudah memastikan sekolah-sekolah yang diizinkan melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka, telah memenuhi syarat untuk penerapan protokol kesehatan.

BACA JUGA

Tinjau Sekolah Tatap Muka, Wagub DKI Sebut Para Siswa Sangat Antusias

“Jumlah tidak boleh lebih dari 50% di tiap kelas. Semuanya sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Tadi saya berinteraksi dengan siswa dan guru di SMKN 2 Jakarta, alhamdulillah mereka senang. Terutama praktik itu dibutuhkan kehadiran di sekolah,” tandas dia.

Memantau
Pemprov DKI Jakarta, kata Riza, terus memantau pelaksanaan sekolah tatap muka di 85 sekolah dan melakukan evaluasi rutin. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi pertimbangan menghentikan atau memperluas sekolah tatap muka dengan sistem pembelajaran campuran di DKI Jakarta.

“Dalam satu dua bulan kami akan putuskan. Apakah bisa diteruskan atau tidak. Atau ada terobosan, nanti ibu kadis pendidikan yang akan evaluasi secara menyeluruh dan pak gubernur yang memutuskan,” pungkas Riza.

Sebagaimana diketahui, pada tahap awal, terdapat 100 satuan pendidikan mulai dari jenjang dasar dan menengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan PKBM/LKP) yang memenuhi kriteria untuk selanjutnya mengikuti pelatihan. Setelah mengikuti pelatihan selama dua minggu, berdasarkan hasil pelatihan, dinyatakan 85 satuan pendidikaan memenuhi kriteria untuk mengikuti uji coba terbatas sekolah tatap muka.

BACA JUGA

Uji Coba Belajar Tatap Muka, Satu Siswa Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor

Uji coba ini dilakukan mulai hari ini, Rabu, 7 April hingga 29 April mendatang. Pemprov DKI akan terus melakukan pemantauan terkait aspek pelaksanaan protokol kesehatan dan pembelajaran sesuai yang ditetapkan dalam masa pandemi Covid-19.

Adapun beberapa poin penting dalam penerapan uji coba pembukaan sekolah terbatas sebagai berikut:
• Jumlah hari tatap muka terbatas adalah satu hari dalam satu minggu untuk satu jenjang kelas.

• Jumlah peserta didik yang terbatas dengan maksimal 50% dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antarsiswa.

• Durasi belajar yang terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari.

• Materi pembelajaran yang terbatas, yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka.

• Satuan pendidikan yang telah mengikuti pelatihan pembelajaran campuran (blended learning).

• Pendidik dan tenaga kependidikan telah dilakukan vaksinasi.

Berita terkait: