Ini Tugas Lembaga Pengawas Wakaf Dunia

Berbagai negara di dunia sepakat membentuk lembaga pengawas sistem wakaf yakni Waqf Core Principles (WCP). Lembaga ini dibentuk untuk merumuskan kerangka peraturan umum untuk pengelolaan wakaf.

Lembaga ini memiliki beberapa prinsip pengawasan. Di antaranya bertugas menetapkan agar lembaga memiliki kebijakan memadai dalam kegiatan wakaf dan mengendalikan risiko.

“Pengawas wakaf menetapkan agar lembaga wakaf memiliki kebijakan dan proses yang memadai untuk mengendalikan risiko negara dalam kegiatan wakaf lintas batas,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Joewono, dalam webinar bertajuk Cross Border Waqf on New Normal Era: Potentials, Benefit and Challenges, Jakarta , Jumat (30/10).

Selanjutnya kata Doni, Pengawas wakaf rumah dan tuan rumah lembaga wakaf lintas batas berbagi informasi. Termasuk juga bekerja sama untuk pengawasan kelompok yang efektif dan entitas grup.

Pengawas wakaf mewajibkan pengelola wakaf untuk menentukan kebijakan. Begitu juga dengan proses untuk mengidentifikasi, mengukur, mengevaluasi, memantau, melaporkan, mengendalikan, dan memitigasi risiko negara.

“Proses tersebut memberikan pandangan yang komprehensif tentang negara dan eksposur risiko transfer, dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi,” kata Doni.

Pengawas Donor

Sementara Pengawas donor menilai skala prioritas negara penerima. Standar yang dilakukan melalui tingkat kemiskinan , dampak bencana, dan kedekatan wilayah dengan negara donor.

Terakhir, Pengawas wakaf menilai negara dan analisis untuk mengurangi potensi konflik antara negara donor dan penerima.

Sebagai informasi, WPC merupakan lembaga lintas negara. Terdiri dari IRTI-IsDB, Bank Indonesia, Badan Wakaf Indonesia, Awqaf Selandia Baru, Awqaf Australia, Yayasan Awqaf Nasional Awqaf Afrika Selatan, Yayasan Masyarakat Awqaf Kuwait, dan Awqaf Bosnia Herzegovina.

Berita terkait: