Ini Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak di Perkantoran Jakarta

Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkapkan sejumlah alasan melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di perkantoran yang berdomisili di DKI Jakarta. Pertama, kata Dewi, karena ada pegawai atau karyawan yang positif Covid-19 namun tanpa gejala sehingga berpotensi menular kepada karyawan yang lain.

“Bisa jadi memang di kantornya ada yang positif. Tetapi, dia bisa positif karena terpapar saat berada di jalan, di rumahnya, di transportasi umum dan sebagainya,” ujar Dewi dalam talkshow daring yang digelar Satgas Penanganan Covid-19 , Rabu (29/7/2020).

11 Ibu Hamil di Surabaya Positif Covid-19

Dewi juga mengingatkan agar pimpinan dan pegawai kantor meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di kantor. Pasalnya, peningkatan jumlah kasus Covid-19 di kantor naik sembilan kali lipat pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi dibandingkan pada masa PSBB atau sebelum 4 Juni 2020.

Berdasarkan analisis Satgas Covid-19 atas data Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, pada masa PSBB atau sebelum 4 Juni 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di perkantoran sebanyak 43 orang. Setelah 4 Juni hingga 28 Juli 2020 atau 7,5 minggu, kasus Covid-19 di perkantoran bertambah menjadi 416 atau 9,6 kali lebih tinggi.

“Jadi tambahannya 416 kasus ya. Sembilan kali lebih tinggi. Ketika sudah mulai beraktivitas risikonya (penularan) jadi lebih tinggi. Maka kita harus lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan,” pungkas dia.

Baca juga:  Menristek Tegaskan Penelitian Vaksin Covid-19 Dilakukan Bersamaan

Sebagaimana diketahui, area perkantoran di DKI Jakarta memiliki 90 klaster dengan jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 459 orang. Klaster tersebut tersebar di Kementerian dengan jumlah kasus 139 kasus, Badan/lembaga 25 kasus, Kantor di lingkungan Pemda DKI 141 kasus, Kepolisian 4 kasus, BUMN 35 kasus dan Swasta 92 kasus.

Berita terkait: