Ini Isi 7 Butir Hasil Sidang Tanwir PP Muhammadiyah dan PP Aisyiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Aisyiyah menyelenggarakan Sidang Tanwir dengan agenda utama penetapan pelaksanaan Muktamar Ke-48, Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Sidang itu dilaksanakan pada Minggu (19/7/2020), melalui telekonferensi, yang dipimpin Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Sekjen Abdul Muti’. Acara itu diikuti juga oleh PP Aisyiyah, serta pengurus wilayah kedua lembaga, organisasi otonom, serta pimpinan berbagai organisasi otonom.

“Ini mengenai rencana Muktamar ke-48 yang sedianya dilaksanakan di Surakarta,” ungkap Haedar Nashir dalam keterangan tertulis yang diterima.

Berikut isi 7 butir keputusan Sidang Tanwir Muhammadiyah tersebut.

1. Mengesahkan penundaan Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Muktamar ke-48 Aisyiyah di Surakarta.

2. Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Muktamar Ke-48 Aisyiyah di Surakarta dilaksanakan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah pada tahun 2022 setelah pelaksanaan ibadah haji.

3. Apabila pada tahun 2021 keadaan benar-benar aman dari segi kesehatan dan berbagai aspek lainnya, maka dapat dibuka kemungkinan pelaksanaan Muktamar tahun 2021 dengan mempertimbangkan maslahat-mudarat, dan kemudahan pelaksanaannya.

4. Segala konsekuensi penundaan pelaksanaan Muktamar yang berkaitan dengan regulasi organisasi tetap sah adanya, termasuk di dalamnya perpanjangan masa jabatan pimpinan dari pusat sampai ranting.

5. Sesuai dengan kewenangannya Pimpinan Pusat Muhammadiyah menindaklanjuti hasil-hasil Tanwir terkait dengan perubahan waktu pelaksanaan Muktamar dan pelaksanaan Permusyawaratan di bawah Muktamar serta hal-hal lain yang terkait dengan pelaksanaan Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Muktamar Ke-48 Aisyiyah.

6. Musyawarah Wilayah sampai dengan Musyawarah Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah dengan sendirinya mundur/ditunda, penundaan ditetapkan melalui Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah/Pimpinan Pusat’Aisyiyah

7. Mengamanatkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menanfidzkan dan memimpinkan pelaksanaan Keputusan Tanwir Muhammadiyah tahun 2020 dengan seksama dan sebagaimana mestinya.

Keputusan itu ditandatangani oleh Haedar Nashir dan Abdul Muti’.

Berita terkait: