Ini Hasil Autopsi Sementara Cai Changpan yang Dikabarkan Gantung Diri

Tim Forensik Mabes Polri yang bertugas di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur telah melakukan proses autopsi terhadap jasad pria yang diduga narapidana Kelas 1 Tangerang, Cai Changpan yang kabur dari Lapas pertengahan September lalu. Proses autopsi sendiri dilakukan petugas sejak Sabtu (17/10/2020) hingga Minggu (18/10/2020) sore.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Arif Wahyono saat dikonformasi Minggu (18/10/2020).

“Proses autopsinya sudah selesai. Dimana hasil sementara tim temukan hanya ada luka di bagian leher, dan tidak ada luka lain di tubuhnya, selain yang luka di leher itu,” ungkap Arif.

Meski belum bisa memastikan luka yang ada di leher tersebut adalah luka bekas tali yang digunakan untuk gantung diri, namun pemeriksaan lanjutan akan terus dilakukan pihak tim Forensik untuk mengetahui apakah jasad yang diterima tersebut benar merupakan narapidana Cai Changpan.

BACA JUGA

Proses Hukum 2 Petugas Lapas Tangerang Tetap Berlanjut Meski Cai Changpan Tewas

“Kita akan masih menunggu pemeriksaan lanjutan. Dimana untuk mengetahui apakah luka jeratan tersebut akibat gantung diri atau bukan itu nanti yang menyimpulkan adalah penyidik,” lanjutnya.

Arif sendiri menyatakan saat diterima oleh tim forensik, jasad yang diduga Cai Changpan itu memang sudah dalam keadaan yang kurang baik. “Saat diterima, kondisinya sudah mulai membusuk. Namun tetap kita akan terus upayakan pemeriksaan lebih detailnya lagi nanti. Dan sementara hanya itu yang bisa saya sampaikan, selanjutnya nanti akan dijelaskan pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya atau tim dari Direjen Pas,” tegasnya.

BACA JUGA

Jenazah Cai Changpan Diautopsi di RS Polri

Sebelumnya diberitakan, jasad yang diduga merupakan Cai Changpan ditemukan di gudang pembakaran ban yang terletak di Kampung Cihideng, Desa Koleang, Jasinga, Bogor pada Sabtu (17/10/2020) sekitar pukul 10.30 WIB itu.

Saat ditemukan, jasad tersebut terlihat tergantung di sebuah pondok yang biasa dijadikan lokasi pembakaran ban di wilayah tersebut. Lokasi penemuan jasad tersebut berada jauh dari lingkungan penduduk. lokasinya berada di tengah perkebunan yang menjadi lokasi yang selama ini ditelusuri oleh petugas saat melakukan pengejaran terhadap Cai Changpan yang kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang pada 14 September 2020 lalu.

Berita terkait: