Ini Alasan Sri Sultan Tidak Berlakukan Sanksi Warga Tolak Vaksin

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap jika vaksinasi Covid-19 berjalan lancar, maka prosesnya akan selesai hingga akhir tahun 2021.

Sementara, jika ada masyarakat yang menolak divaksin, Pemda DIY tidak akan melakukan pemaksaan, termasuk memberi sanksi seperti halnya daerah lain, sebab Pemda DIY tetap akan mengedepankan penanganan Covid-19 termasuk pemberian vaksin, dengan kearifan lokal.

Sri Sultan yakin, pada gilirannya nanti, masyarakat akan sadar akan pentingnya vaksinasi Covid-19.

“Mungkin dianggap beda dengan daerah lain, di DIY dengan kepercayaan lokal, tidak akan dikenakan sanksi. Saya yakin masyarakat DIY pada gilirannya nanti, dengan penuh kesadaran akan siap divaksinasi,” ucap Sultan, saat menyaksikan vaksinasi perdana Covid-19, di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Kamis (14/1/2021).

Selanjutnya, karena vaksin Covid-19 Sinovac memang tidak bisa diterapkan bagi yang berusia lanjut, vaksin akan diberikan menyusul, atau dengan jenis vaksin yang berbeda.

“Adapun bagi lansia akan diberikan setelah datangnya vaksin aman, yang diperuntukan bagi lansia,” ucap Sultan.

BACA JUGA

Ini Tokoh di Jateng yang Disuntik Vaksin Covid-19

Menurut Sultan, Pemda DIY siap distribusikan 2.651.709 vaksin Sinovac, dalam empat tahap berbeda.

“Empat tahap ini akan dibagikan kepada tenaga kesehatan, pelayanan publik, masyarakat rentan, dan pelaku ekonomi esensial termasuk masyarakat umum,” ujarnya.

Sementara vaksin yang tersedia di DIY baru sebanyak 28.000 dosis, yang akan diberikan bagi tenaga kesehatan. Kemudian tahap kedua kepada petugas pelayanan publik sebanyak 555.290 orang.

Pada tahap ketiga sebanyak 995.353 vaksin, akan diberikan kepada masyarakat rentan dan tahap terakhir, vaksinasi bagi para pelaku ekonomi esensial dan masyarakat umum sebanyak 1.065.179 orang.

Dikatakan Sultan, vaksin Sinovac yang didistribusikan telah melewati uji di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan sudah memenuhi keamanan kualitas, dan kemanjuran, sebesar 65,3% di atas patokan WHO 50%, sehingga izin kedaruratan dikeluarkan untuk mengatasi Covid-19.

Sultan juga meminta bagi masyarakat yang berumur 18 sampai 59 tahun agar saling membantu dan menjaga, supaya terciptanya imunitas di masyarakat, dan ikut menangkal penyebaran Covid-19, tetap dengan mematuhi protokol kesehatan, di manapun berada.

Berita terkait: