Ini Alasan Pengusaha Mau Rogoh Kocek untuk Vaksinasi Karyawan

Pemerintahan Jokowi terus mempercepat upaya vaksinasi Virus Corona bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut juga didukung oleh pengusaha dengan berpartisipasi melalui vaksinasi mandiri dengan menanggung seluruh biaya vaksin para karyawan.

Wakil Ketua Umum bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, sejauh ini sudah hampir 6.700 perusahaan siap mengeluarkan dana untuk vaksinasi mandiri atau gotong royong.

Adapun alasan perusahaan memilih membiayai vaksinasi karyawan adalah dengan memperhitungkan biaya tes Virus Corona yang dikeluarkan selama ini. Sehingga dari pada mengeluarkan dana untuk tes, pengusaha memilih mengeluarkan dana untuk vaksin.

“Bagi perusahaan dari pada ini tidak bisa terselesaikan memutus rantainya, ya harus ada vaksinasi. Jadi biaya yang dikeluarkan lebih baik untuk vaksinasi daripada terus menerus (tes Covid),” ujar Shinta dalam diskusi daring, Jakarta , Selasa (23/2).

Shinta menjelaskan, vaksin gotong royong merupakan program sukarela yang bisa diikuti perusahaan untuk membiayai vaksin terhadap karyawan. Pemberian vaksin ini dijamin tidak akan memungut dana dari karyawan.

“Untuk pembiayaan itu bagian dari cost perusahaan, sama saja seperti dana CSR, dana sosial yang harus dikeluarkan saat bencana. Jangan khawatir akan dibebani ke karyawan. Ada juga perusahaan yang mau membiayai vaksin karyawan dan keluarganya, semua atas biaya perusahaan,” jelasnya.

Tunggu Aturan Pelaksana

Sejauh ini, Kadin masih menunggu peraturan pelaksanaan dari pemerintah terkait program vaksin gotong royong. Vaksinasi ini tidak akan mengganggu jalannya vaksinasi pemerintah, termasuk penggunaan fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatan.

“Untuk fasilitas kesehatan, termasuk tenaga kesehatan itu bisa kami lakukan secara mandiri. Kami harus menunggu aturan mainnya dulu, kalau aturannya sudah keluar maka lebih jelas,” tandas Shinta.

Berita terkait: