Ini Alasan Istana Kembali Gelar Ratas secara Virtual, Bukan Tatap Muka

– Setelah hampir dua bulan diselenggarakan secara tatap muka, rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan yang dipimpin Presiden Jokowi untuk pertama kalinya dilakukan secara virtual Senin (27/7/2020). Pertanyaan muncul, mengapa ratas kembali digelar secara virtul mengingat beberapa hari sebelumnya Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo yang sempat bertemu dengan Presiden Jokowi dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Seperti diberitakan, sejak pandemi Covid-19, ratas dilakukan secara telekonferensi atau daring. Pada Senin (8/6/2020) lalu rapat kabinet kembali digelar secara tatap muka di Istana Bogor secara tatap muka Demikian seterus hingga hari ini, Senin (27/7/2020), Jokowi menggelar ratas pengarahan kepada Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi melalui video conference (vicon) dari Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono membantah pelaksanaan ratas  secara virtual dilakukan karena temuan kasus positif Achmad Purnomo yang sempat bertemu Jokowi pada Jumat (17/7/2020).

Menurutnya, ratas melalui vicon hari ini dengan alasan efisiensi. Selain itu, ratas virtual juga sudah dijadwalkan dari Sekretaris Kabinet (Seskab). “Lebih efisien dan tentunya terjadwal dari Seskab memang sudah video conference ,” kata Heru Budi Hartono, Senin (27/7/2020).

Ditegaskan Heru, rapat tatap muka antara Jokowi dengan para menteri akan tetap ada, namun akan disesuaikan dengan jadwal Presiden. Jika jadwal Presiden padat, maka akan lebih efisien rapat dilakukan secara virtual.

“Tatap muka tetap ada. Jadi melihat waktu Bapak Presiden. Jika padat maka lebih efisien vicon. Dan tentunya akan ada jadwal rapat tatap muka juga,” jelas Heru Budi Hartono.

Hal senada juga disampaikan Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media, Bey Machmudin. Ia menegaskan rapat virtual biasa dilakukan dalam masa adaptasi kebiasaan baru. Namun tidak menghapuskan jadwal Presiden yang harus dilakukan dengan tatap muka, seperti agenda Pelantikan Gubernur Sisa Masa Jabatan tahun 2016-2021 pada hari ini.

“Rapat virtual kan biasa dalam adaptasi kebiasaan baru. Nanti ada pelantikan, kehadiran fisik. Ya masih (rapat tatap muka). Yang penting protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin dan ketat kalau acara dilakukan secara fisik,” jelas Bey Machmudin.

Berita terkait: