Infeksi Global Covid-19 Melonjak, Negara-negara Tunda Pembukaan

Kasus infeksi virus corona melonjak di seluruh dunia pada Rabu (15/7) sehingga memaksa sejumlah negara untuk menahan diri dalam pembukaan kembali ekonomi atau menerapkan pembatasan baru kepada populasi yang lelah. Jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 13,5 juta dan lebih dari 583.000 kematian seperti dilaporkan Reuters, Kamis (16/7).

Dengan situasi yang diprediksi memburuk di Amerika Serikat (AS), ritel terbesar di dunia, Walmart, menyatakan akan meminta pelanggan untuk memakai masker di seluruh tokonya. AS melaporkan puluhan ribu kasus infeksi baru setiap hari dan para pejabatnya berupaya berbalik dari pembukaan kembali.

Negara Amerika Latin, Venezuela, menjadi negara terbaru yang menerapkan kembali tindakan penguncian setelah empat hari setelah mengumumkan pelonggaran, termasuk “karantina radikal” di ibu kota Caracas. Di Irlandia, Perdana Menteri (PM) Michael Martin menunda akhir dari penguncian karena lonjakan kasus baru.

Irlandia telah ditetapkan masuk fase keempat dan final untuk pelonggaran pembatasan hari Senin (13/7), yaitu mengizinkan pub yang tidak melayani pembelian makanan untuk dibuka kembali. Pembatasan terbaru di Irlandia akan berlaku sampai 10 Agustus dan pemerintah juga akan memerintahkan pemakaian masker di toko-toko.

Di kawasan Asia Pasifik, beberapa negara yang terlihat sukses memerangi pandemi juga menerapkan lagi pembatasan. Hong Kong (HK) menutup lagi bar, pusat kebugaran, dan salon pada Rabu, serta melarang perkumpulan lebih dari empat orang.

HK juga mewajibkan pemakaian masker di transportasi publik atau didenda US$ 650 (Rp 9,5 juta). Sementara itu, pemerintah Jepang juga memperingatkan kewaspadaan di ibu kota Tokyo setelah terjadi lonjakan infeksi.

AS kembali memecahkan rekornya sendiri untuk jumlah kasus harian infeksi Covid-19 yaitu 67.600 kasus dalam 24 jam pada Rabu. Sampai Kamis, total kasus di AS sebanyak 3,5 juta dan 137.00 lebih kematian berdasarkan Universitas Johns Hopkins.