Indonesia dan Tiongkok Sepakati Kerja Sama

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan , menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi, di Parapat, yang berbatasan langsung dengan kawasan Danau Toba , Sumatera Utara.

Keduanya menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama Two Countries Twin Park s yang berlangsung di Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun.

“Kedatangan sahabat saya, Bapak Wang Yi ke Danau Toba ini diharapkan dapat mengembangkan kerja sama yang baik dan berkelanjutan antar kedua negara,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan sebagaimana dikutip keterangan tertulis yang diterima , Kamis (14/1/2021).

BACA JUGA

Luhut: Tiongkok Siap Investasi di Kawasan Danau Toba

Penandatanganan yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan RRT tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang disampaikan oleh Pemprov Fujian sejak tahun 2019. Hal ini berangkat dari keinginan kedua negara untuk mempromosikan sinergi antara visi ‘Poros Maritim Dunia’ Indonesia dengan ‘Inisiatif Sabuk dan Jalan’ milik Tiongkok.

Kerja sama ini kemudian dikembangkan menjadi Two Countries Twin Parks with Multiple Zones , dengan Indonesia menyiapkan tiga k awasan industri yakni, Batang Industrial Park, Bintan Industrial Estate dan Aviarna Industrial Park. Sedangkan pihak Tiongkok menunjuk Zona Investasi Yuanhong yang terletak di Fuqing, Kota Fuzhou, Provinsi Fujian sebagai Kawasan Industri

Melalui kerja sama ini, kedua negara berkomitmen untuk mendorong dan mempromosikan pengembangan dan pembangunan taman dan interkoneksi antara kedua negara.

BACA JUGA

Tingkatkan Potensi Wisata di Danau Toba dengan Sport Tourism

Kerja sama kedua negara akan mencakup bidang industri kelautan, manufaktur makanan, bahan bangunan, energi, MRO penerbangan, elektronik dan bidang lain yang juga telah disepakati. Dengan demikian, produk-produk dari Indonesia dapat memasuki pasar RRT yang sangat luas melalui Zona Investasi Yuanhong.

Kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi lebih dari US$ 10 miliar terhadap GDP Indonesia, mengurangi defisit perdagangan, menarik lebih dari 100 perusahaan manufaktur terkemuka RRT untuk berinvestasi di Indonesia, serta berkontribusi menumbuhkan lebih dari 1 juta peluang kerja baru.

Aviarna sendiri adalah kawasan industri dengan luas keseluruhan 450 hektare yang dikelola Argo Manunggal Group yang di dalamnya terdapat kawasan perbaikan pesawat (MRO), kawasan dry port , kawasan tourism dan komersial, serta kawasan mangrove yang dijadikan sebagai tempat wisata.

BACA JUGA

Layanan Satu Pintu di Kawasan Industri Mudahkan Investor

Selain keunggulan dari segi lokasinya yang bersebelahan dengan Bandara Internasional Ahmad Yani dan memiliki akses ke airside, kawasan dry port yang dimiliki akan mendukung segala aktivitas pengiriman barang melalui jalur kereta api di pulau Jawa.

Berita terkait: