Ibu Hetty Sambangi Warga Hidup Susah Tapi Pantang Mengemis, Kampung yang Bikin Salut

Baru-baru ini, istri Jenderal TNI Andika Perkasa,Hetty Andika Perkasa terlihat menyambangiwarga Kampung Pemulung di Kiringan, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan.

Di sana, Hetty menyaksikan langsung warga yang kurang beruntung. Meski hidup susah, warga di sana pantang mengemis. Mereka tetap berusaha dengan kemampuannya masing-masing. Berikut ulasannya.

Ada Kampung Tersembunyi di Tengah Kota

hetty sambangi warga hidup susah tapi pantang mengemisChannel YouTube TNI AD ©2021

Dilansir dari kanal YouTube TNI AD, kali ini Hetty menyambangi daerah yang cukup pelosok. Kampung Kiringan atau yang lebih dikenal dengan julukan Kampung Pemulung, berada di tengah Kota Magelang, Jawa Tengah.

Namun sayangnya akses untuk menuju kampung tersebut, Hetty harus melewati jalan yang berliku bak rintangan permainan. Ia didampingi oleh pemuda penggiat masyarakat di sana, Budi Darmanto Ketua Komunitas Sandal Jepitan Bareng.

“Akses jalan satu-satunya yang paling dekat. Ini saja masih diperdebatkan karena sebelah ini rencana jadi hotel Jadi harus lewat sini bun. Ini keren bun, di tengah kota masih ada tempat seperti ini,” kata Budi.

“Hebat ini. Asyik ini, iya bagus. Ini kita melalui satu rintangan, ini yang kedua,” kelakar Hetty.

Bekerja Seadanya dan Pantang Mengemis

hetty sambangi warga hidup susah tapi pantang mengemisChannel YouTube TNI AD ©2021

Ada kehebatan dari warga di Kampung Pemulung yang patut diteladani. Setiap hari mereka menjadi pemulung. Kemudian sudah diajarkan untuk bertanggung jawab mengurusi kambing, yang hasilnya nanti dibagi rata.

“Ngasih pendampingan, kalau pagi mereka mulung bun. Siang nyari rumput. Ini ada kambing kita berdayakan. Sebenarnya untuk mereka bisa bertanggung jawab, kalau kita bahasanya nggadoh. Nggadoh itu paroan (bagi dua),” terang Didi.

Bahkan dengan kehidupan yang terbilang susah, mereka berkomitmen untuk tidak jadi pengemis. Para warga merasa harus berjuang.

“Dan luar biasanya bun. Mereka berkomitmen tidak pernah mau untuk di pinggir jalan dan meminta. Mereka harus berjuang bun,” imbuhnya.

“Oh, jadi yang di sini ini ya. Hebat-hebat,” puji Hetty.

Jadi Pemulung dan Berkreasi Kerajinan Tangan

Hasil memulung terkadang tidak menghasilkan banyak uang. Dari situlah Budi tercetus ide untuk mengajarkan para ibu untuk membuat kerajinan tangan, dengan harga mencapai sekitar sepuluh kali lipat.

“Saya ngajarin kerajinan. Jadi semisal gini, kita mulung kalau kotor dapat sekilo Rp1500. Kalau dibersihin berapa Rp2500. Kalau dipilah-pilah Rp3500. Jadi ini dibuat ke depan, itu menjadi kerajinan yang satu botol bisa menjadi Rp10 ribu,” papar Budi.

Bercocok Tanam Demi Menghemat Biaya Makan

hetty sambangi warga hidup susah tapi pantang mengemisChannel YouTube TNI AD ©2021

Ditambah lagi, demi menghemat biaya pengeluaran Budi mengajarkan warga di sana untuk bercocok tanam sayuran.

“Jadi tak suruh nanem, biar mereka bisa masak sayuran. Yang biasanya Rp10 ribu buat beli sayuran, jadi bisa ditabung,” ungkapnya.

“Wah hebat mas Budi, jadi penasaran. Luar biasa,” ujar Hetty yang terkesan.

Miliki Hunian dari Rumah Bekas Palet

hetty sambangi warga hidup susah tapi pantang mengemisChannel YouTube TNI AD ©2021

Cara hidup hemat dan perjuangan warga di sana benar-benar membuat Hetty kagum. Sekian kali memuji keberhasilan Budi. Termasuk dengan hunian warganya yang mereka buat sendiri dengan papan kayu bekas buat atau palet.

“Di sini luar biasanya bun, rumahnya dari bekas Palet. Palet tahu nggak bun, kayu bekas buah itu dibuat rumah seperti ini. Awal mula belum ada listrik sama air,” ujar Budi.

“Aduh hebat ya mas Budi. Selama lima tahun itu waktu yang nggak lama lo. Itu singkat lo bisa begini,” salut Hetty.

Mushola dan Perpustakaan Mini untuk Berkumpul

Salah satu pengganti aula di sana, didirikan sebuah rumah kecil dengan banyak koleksi buku. Selain itu, perpustakaan mini itu diperuntukkan juga sebagai mushola dan tempat pertemuan warga.

“Ini taman bacaan sekalian mushola kali ya. Karena ada banyak mukena. Ini salah satu rumah dijadikan taman bacaan sama aula buat kumpul-kumpul ya,” ucap Hetty.

“Jadi ibu-ibu ini kalau siang ngapain?,” tanya Hetty.

“Ya semua bu, bapak-bapak dan ibu-ibu pagi mulung. Siang di rumah kalau hujan. Itu kambing peliharaannya mas Budi,” jawab seorang ibu warga.

“Sama tanam-tanam singkong bu. Itu di samping sana. Untuk dikonsumsi sendiri. Ada juga yang jual sembako kecil-kecilan. Di sini ada 18 KK,” papar seorang bapak.

Hetty Merendah Banget, Mau Tidur di Tempat Sederhana

hetty sambangi warga hidup susah tapi pantang mengemisChannel YouTube TNI AD ©2021

Kesederhanaan dan kerendahan hati ibu Hetty memang selalu terpancar di setiap kunjungan. Salah satunya saat dia bercanda meminta izin untuk menginap.

“Kalau saya nginep di sini, tidurnya dimana?,” kelakar Hetty mengakrabkan diri.

“Ya di sini,” jawab kompak para ibu.

“Oh di sini ya, terima kasih. Terima kasih lo, Alhamdulillah saya senang sekali kalau dibolehin tidur di sini. Kalau ibu-ibu semua tidur di rumah masing-masing ya,” pungkasnya.

Video

Berikut video Hetty Andika Perkasa sambangi warga yang hidup susah, tapi pantang mengemis. Hingga banyak dipuji warganet.

“Yang beginian ini yang saya suka tetap berjuang tanpa harus meminta minta sama orang lain..walaupun kelihatan rendah Dimata orang lain tapi rejeki halal lah yg mereka dapatkan, ” tulis Dohonk Musik.

“Luar biasa 🙏🙏 Ini menjadi contoh bagi kita semua khususnya aparat penegak hukum agar tidak minta-minta upeti kepada para pengusaha, dll. MERAH PUTIH 👊,” tulis Petrus Daniel.

Berita terkait: