IBL temui Menpora sampaikan materi persiapan liga musim 2021

Jakarta – Direktur Utama Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Junas Miradiarsyah mengatakan akan bertemu dengan Menpora pekan ini untuk membahas persiapan liga musim 2021 agar segera mendapatkan izin.

“Kami akan melakukan pertemuan dengan Menpora. Nanti kami akan menyampaikan rencana kegiatan secara terperinci, termasuk penanganan protokol kesehatan dalam turnamen,” kata Junas saat dihubungi, Senin.

Pertemuan tersebut diharapkan bisa membuat IBL segera mendapatkan lampu hijau, seperti halnya turnamen pramusim sepak bola, Piala Menpora 2021.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo pada 18 Februari akhirnya mengeluarkan izin keramaian untuk penyelenggaraan Piala Menpora 2021 setelah melalui rapat koordinasi panjang dan beberapa kali ditunda.

Baca juga: IBL 2021 ditunda hingga Maret

Piala Menpora bakal menjadi kompetisi olahraga besar pertama Tanah Air yang digelar di tengah kondisi pandemi virus corona. Turnamen itu akan diikuti 20 klub Liga 1 dan Liga 2, pada 20 Maret-25 April.

Dengan diizinkannya kompetisi sepak bola, peluang menghidupkan kembali kompetisi olahraga nasional lainnya semakin terbuka, termasuk bola basket.

Junas mengharapkan pertemuan bersama Menpora dan pihak kepolisian nanti dapat membuahkan hasil positif, yakni izin untuk melangsungkan liga pada awal Maret mendatang. 

Karena IBL, kata dia, sudah melakukan persiapan selama satu tahun, termasuk melakukan simulasi pertandingan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Harapannya agar dapat diberikan kepercayaan sebagaimana persiapan yang telah dilakukan untuk persiapan yang direncanakan digelar Januari lalu,” kata dia.

Baca juga: Bali United umumkan roster untuk IBL 2021

“Semoga dengan persiapan dan koordinasi yang lebih intensif, kita bisa memulai di bulan Maret ini,” kata dia.

Menpora Zainudin Amali sebelumnya bertekad memperjuangkan agar IBL bisa mengantungi izin seperti  sepak bola. Menurutnya, pemberian izin kompetisi basket seharusnya tak sesulit turnamen sepak bola.

“IBL mungkin tidak terlalu sulit mendapat izin karena digelar di satu tempat, semua pemain juga menginap di satu hotel,” ujar Zainudin.

“SOP (Standard Operating Procedure) yang telah dibuat PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) akan menjadi benchmark buat semua cabor yang ingin menggelar kompetisi,” pungkas dia.

Baca juga: Klub IBL sepakat tanpa pemain naturalisasi pada musim 2021

Berita terkait: