Ibas: COVID-19 musuh utama Indonesia dan dunia

Jakarta () – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengingatkan bahwa COVID-19 merupakan musuh utama Indonesia dan dunia karena pandemi tersebut masih jauh dari tanda-tanda akan berakhir.

Menurut dia, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah selama ini telah berhasil mengurangi dan memperlambat penyebaran COVID-19 namun belum mampu menghentikan virus itu.

“COVID-19 adalah musuh utama kita, bukan hanya di Indonesia melainkan juga di dunia. Pandemi masih jauh dari tanda-tanda akan berakhir. Saya berharap vaksin sesegera mungkin ditemukan untuk mengakhiri pandemi, agar kita dapat melanjutkan kehidupan dengan baik terutama anak-anak dan generasi muda,” kata Ibas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Ibas bentuk Satgas Tanggap Darurat COVID-19 dan DBD

Dia mengkritisi pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan banyak negara menerapkan strategi penanganan yang salah.

Menurut dia, semua orang tidak pernah mengalami hal seperti ini, tidak tahu mana yang benar atau mana yang salah, karena semuanya sedang menyesuaikan diri.

Ibas mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang besar dan berpenduduk banyak, masyarakat Indonesia tidak hanya terdistribusi di Jakarta, atau Surabaya, tetapi dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai Pulau Rote.

“Oleh karena itu, pada Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI pada Rabu (15/7), saya meminta pemerintah untuk meluncurkan strategi yang jitu, preventif, tepat, dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Ibas turunkan Tim Satgas anti-COVID-19 di 142 titik

Dalam rapat kerja tersebut hadir pula Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gugus Tugas COVID-19, dan Gubernur Bank Indonesia.

Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI itu menekankan bahwa pemerintah perlu untuk memperbaiki komunikasi publik kepada masyarakat.

Dia juga memberikan julukan kepada para menteri yang ditugaskan saat ini sebagai “the chosen one” atau yang terpilih memberikan pencerahan dan solusi konkret untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat di tengah pandemi saat ini.

Baca juga: Khawatir krisis susulan, Ibas: Jaga daya beli masyarakat

Dia juga menekankan untuk melawan COVID-19, masyarakat harus bersama, bersatu, dan bergotong royong sehingga tidak hanya cukup kesabaran untuk memimpin, tetapi juga perlu ada kesabaran dipimpin.

Berita terkait: