Hujan Dua Pekan, Ancaman Karhutla di Jambi Berkurang

Curah hujan dua pekan terakhir di Provinsi Jambi ikut mengurangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut. Kawasan-kawasan hutan dan lahan rawan kebakaran di daerah itu, khususnya hutan dan lahan gambut cukup aman dari kebakaran karena kondisi hutan dan lahan cukup basah. Kemudian titik api di kawasan hutan dan lahan gambut di Jambi tidak ditemukan sepekan terakhir menyusul hujan yang masih sering turun di daerah tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Kurnianingsih, di Jambi, Senin (20/7/2020) menjelaskan, berdasarkan pantauan satelit Terr/Aqua Lapan, tidak ditemukan titik api di Provinsi Jambi sepekan terakhir. Tidak adanya titik api tersebut dipengaruhi masih turunnya hujan di beberapa daerah di Jambi, termasuk di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan.

“Musim kemarau di Jambi Juli – Agustus tidak sekering musim kemarau tahun lalu. Kendati saat ini Jambi memasuki musim kemarau, tetapi hujan dalam intensitas ringan masih sering terjadi. Puncak kemarau di Jambi diperkirakan terjadi akhir Juli – Agustus,”katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyni Deliansyah mengatakan, kendati hujan masih sering turun di Jambi hingga Juli ini dan titik api tidak banyak, kesiagaan karhutla di daerah itutetap ditingkatkan. Salah satu prioritas pencegahan karhutla di Jambi, yaitu pemantauan titik api menggunakan camera pemantau (Closed Circuit Television/CCTV) dan patroli karhutla melalui darat dan udara.

“Saat ini sudah lebih 30 unit CCTV yang dipasang di kawasan-kawasan rawan karhutla di Jambi, khususnya di kawasan hutan dan gambut. CCTV tersebut disiapkan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi, perusahaan dan Manggala Agni,”katanya.

Datangkan Helikopter

Menurut Bachyuni, Satgas Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi juga mengusahakan peningkatan pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan mendatangkan helikopter untuk water bombing (bom air). Satu helicopter sudah tiba di Jambi, Sabtu (18/7). Tuga unit lagi helikopter water bombing akan tiba di Jambi pekan depan.

“Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) sudah siap membantu lima unit helikopter untuk penanggulangan karhutla di Jambi. Tiga unit helikopter akan tiba di Jambi pekan depan. Dua unit lagi helikopter bantuan BNPB tersebut akan dikirimkan ke Jambi jika kondisi karhutla di Jambi mengkawatirkan,”katanya.

Dijelaskan, kendati hujan masih sering turun, karhutla di Jambi masih terjadi di beberapa wilayah kabupaten. Total luas karhutla di Jambi selama tiga bulan terakhir sudah mencapai 161 hektare (ha). Sekitar 100 ha karhutla tersebut terdapat di Kabupaten Tanjungjabung Barat. Namun selama dua pekan terakhir, karhutla di Jambi tidak terjadi menyusul turunnya hujan.  

Berita terkait: