Hujan Deras, 3 Rumah di Bogor Longsor

Tiga rumah di Kelurahan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, longsor, akibat hujan deras sejak Rabu (16/9/2020) malam hingga Kamis (17/9/2020) dini hari.

Anggota Pusdalops BPBD Kota Bogor, Achmad Maulana mengatakan, peristiwa longsor terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00. Saat itu, hujan sangat deras. Tiba-tiba tebingan tanah yang berada di pinggir Kali Cidepit, tepatnya di Kampung Kebonmanggis Munjil RT 01/04, Kelurahan Paledang, Bogor Tengah, longsor.

“Tanah longsor terjadi disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur di wilayah tersebut dan diperparah oleh kondisi tanah setempat yang labil. Akibatnya, tiga rumah warga yang berada di atas tebingan terbawa material longsor,” kata Maulana.

Dikatakan, tiga rumah warga yang rusak berat karena longsor, yakni milik Gandi, Angga, dan Asep. Sebelum musibah, para penghuni rumah sudah diungsikan sehingga tidak ada korban jiwa.

Namun, jalan setapak warga terputus dan lampu penerangan jalan umum (PJU) terbawa longsor. Selain itu, tiga rumah warga yang berada di depan tebing terancam longsor.

“Asesmen telah selesai dilaksanakan oleh TRC – PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian. Kebutuhan mendesak berupa bantuan evakuasi dampak longsoran, terpal serta kebutuhan makanan siap saji dan logistik telah disalurkan,” ungkap Maulana.

Salah satu penghuni, Andriana (24), menuturkan, sebelum longsor terjadi, sekitar pukul 01.00 WIB, ia melihat kondisi gang depan di rumahnya retak. Hujan deras mengguyur semalaman membuat ia dan keluarga makin khawatir.

“Pokoknya semalam itu tidak bisa tidur. Pukul 01.00 malam kita mengungsi keluar. Tidak lama terdengar suara kencang, kayanya itu udah ada yang longsor di bawah,” tutur Andriana.

Ia bercerita, peristiwa longsoran tidak terjadi secara mendadak, tetapi bertahap. Puncaknya, sekitar pukul 02.00 WIB, rumahnya yang berlantai dua akhirnya roboh.

Begitu juga dengan dua rumah warga di sebelahnya, milik Asep dan Gandi yang ikut tergerus longsor.

Andriana sempat menangis histeris melihat rumahnya ambruk ke bawah tebing Sungai Cidepit.

Kini, ia bersama suami, Angga dan dua anaknya terpaksa mengungsi ke kontrakan milik tetangganya. Ia pun pasrah beberapa barang berharganya terbawa longsor.