Hitung Ulang di Georgia Selesai, Biden Tetap Menang

Penghitungan suara pemilihan presiden di Georgia sudah selesai dilakukan dan hasilnya tidak berubah, di mana kandidat Partai Demokrat Joe Biden tetap menang di negara bagian itu atas petahana Donald Trump.

Hasil ini akan disahkan Jumat (20/11/2020) waktu setempat.

Perkembangan lain, gugatan Trump juga kembali ditolak di tiga negara bagian.

Biden menang di Georgia dengan keunggulan 12.284 suara, menurut hasil audit akhir. Kemenangan Biden di sana hanya dengan margin di bawah 0,5%.

Secara nasional, keunggulan Biden atas Trump mencapai 5,9 juta suara dan dia mendapat 306 suara elektoral dibandingkan 232 untuk Trump. Perolehan Biden ini jauh melampaui batas minimum untuk terpilih presiden yaitu 270 suara elektoral.

Sejauh ini Trump menolak mengakui kekalahan dan terus melontarkan tuduhan, tanpa bukti-bukti, bahwa telah terjadi kecurangan pemilu yang meluas.

Sekretaris Negara Bagian Georgia Brad Raffensperger menegaskan kemenangan Biden di sana tidak berubah.

“Audit yang bersejarah di seluruh negara bagian di Georgia menegaskan kembali bahwa sistem pemungutan suara kita yang baru bisa menghitung dan melaporkan hasilnya secara akurat,” kata Raffensberger, anggota Partai Republik, dalam pernyataan tertulis Kamis waktu setempat.

Ini untuk pertama kalinya kandidat Partai Demokrat bisa menang di Georgia sejak kemenangan Bill Clinton pada 1992.

“Salah satu keluhan utama adalah mesin (hitung suara) ini bisa membalikkan atau mengubah suara. Ternyata itu tidak terjadi, setidaknya di Georgia, dan kami sudah membuktikannya,” kata Gabriel Sterling, petinggi Partai Republik setempat yang bertanggung jawab pada manajemen penghitungan suara.

Selama audit, ditemukan ada 6.000 suara yang belum dihitung karena kesalahan manusia, bukan mesin. Setelah dihitung lagi, 6.000 suara itu juga menghasilkan keunggulan untuk Biden.

Gugatan Mentah
Upaya tim hukum Trump menggugat hasil pemilu ditolak di sejumlah negara bagian yang penting.

Di Georgia, hakim menolak upaya Trump untuk menghalangi pengesahan hasil pemungutan suara di sana.

Di Arizona, hakim menolak gugatan untuk dilakukan audit jumlah suara di Maricopa County, di mana terdapat ibu kota negara bagian Phoenix yang paling pada penduduknya di sana.

Di Pennsylvania, permintaan kubu Trump untuk menghapus lebih dari 2.000 suara yang mereka anggap tidak sah juga ditolak hakim.

Berita terkait: