Hingga Kini Telah 32 Pesepeda Meninggal, Mayoritas Kecelakaan Ditabrak Kendaraan

Ketua Bike to Work, Poetoet Soedarjanto, mengatakan sudah ada 32 orang meninggal hingga kini saat bersepeda. Selain itu, tercatat ada 22 pesepeda mengalami kecelakaan saat bersepeda.

“Data sampai kemarin ada 32 yang meninggal di jalan raya,” kata Poetoet dalam Pekan Sepeda Nasional 2020, Jakarta , Sabtu (17/10).

Menurutnya, kecelakaan yang dialami pesepeda sebagian besar karena ditabrak dari belakang oleh kendaraan bermotor.

“Sebagian besar itu karena ditabrak dari belakang. Mayoritas itu ditabrak bukan tabrakan, ini dari kronologis yang kami punya,” kata dia.

Dalam hirarki penggunaan jalan, pejalan kaki menjadi yang paling rentan. Setelah itu, disusul pengguna sepeda dan terakhir pengguna kendaraan bermotor.

Pejalan Kaki dan Pesepeda Belum Menjadi Prioritas Perlindungan di Indonesia

dan pesepeda belum menjadi prioritas perlindungan di indonesia

Kelompok rentan ini harus menjadi prioritas utama. Namun faktanya di Indonesia, hampir semua kota lebih mengutamakan kendaraan pribadi ketimbang perlindungan kelompok rentan.

“Tapi hampir semua kota di Indonesia ini lebih mengutamakan kendaraan pribadi daripada yang lainnya,” kata dia.

Maka, kata Poetoet, tak heran jika masalah polusi udara dan kemacetan di Tanah Air belum bisa diselesaikan. “Sehingga kemacetan dan polusi udara tidak bisa dikurangi,” pungkasnya.

Baca juga:
Ini Protokol Bersepeda Aman di Era New Normal Sesuai Aturan Pemerintah
Penjualan Naik 1.000 Persen, Sepeda Menjadi Penggerak Ekonomi RI Saat Pandemi
Menteri Budi Dorong Pemimpin Daerah Beri Fasilitas Laik Pesepeda di Jalan
Kemenhub di Pekan Nasional Keselamatan Jalan: Tingkat Kecelakaan di RI Masih Tinggi
Menhub Budi Ajak Masyarakat Bersepeda Tingkatkan Imunitas Tangkal Covid-19
Menhub Budi Karya Jajal Integrasi Antar Moda Transportasi, Naik KRL hingga Bersepeda
Menhub Budi Ingin Masyarakat Bersepeda Tak Hanya Akhir Pekan

Berita terkait: