Hingga Juli, Pencairan Dana PKH Rp 24 Triliun

Kementerian Sosial (Kemsos) menyediakan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mencukupi asupan gizi pada ibu hamil (bumil) dan anak usia dini (AUD) di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Hingga Juli 2020, pencairan dana PKH sudah mencapai Rp 24,08 triliun di seluruh Indonesia.

“umlah terbanyak di provinsi Jawa Barat, disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemsos, Pepen Nazaruddin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/7/2020).

Pihaknya telah memerintahkan seluruh SDM PKH dan meminta Himpunan Bank Negara (Himbara) agar mempercepat proses penyaluran dana PKH kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Kami telah minta seluruh SDM PKH berkerja keras mendampingi KPM dan Himbara mempercepat penyaluran,” ujar Pepen.

Baca juga:  Mensos: KKS Hanya Bisa Dipegang Sendiri oleh KPM

 

Data Kemsos mencatat jumlah ibu hamil yang mendapatkan bantuan PKH di Jawa Timur mencapai 12.851 orang, Jawa Tengah dan Jawa Barat masing masing 11.925 dan 10.565 KPM. “Untuk Anak Usia Dini (AUD) yang paling banyak mendapat bantuan Jawa Barat sebanyak 534.877 anak, menyusul Jawa Tengah 413.597 anak dan Jawa Timur 391.720 anak”, ungkap Pepen.

Untuk data penerima PKH dengan target 10 juta KPM di seluruh Indonesia, ketiga provinsi ini mempunyai jumlah KPM terbesar di Indonesia. Di Jabar tercatat 1.737.884, Jateng 1.560.774 dan Jatim sebanyak 1.729.485.

Sementara Menteri Sosial Juliari Batubara menyebutkan pada masa pandemi Covid-19 daya beli masyarakat menurun. Untuk itu PKH dicairkan setiap bulan agar ibu-ibu KPM PKH tetap ada pemasukan. “Uang bansos ini harus dimanfaatkan untuk membeli bahan pangan bergizi seperti telur, ikan, daging, sayur, dan buah-buahan,” ujar Juliari.

Berdasarkan data Direktorat Jaminan Sosial Keluarga (JSK) Kemsos, jumlah ibu hamil yang menerima PKH pada tahun 2020 mencapai 60.908 orang, sedangkan jumlah anak usia dini 2,9 juta. Jumlah bantuan untuk komponen bumil dan AUD tahun 2020 masing-masing mendapatkan Rp 3 juta per tahun atau lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,4 juta

Berita terkait: