Hingga Akhir 2021 BEI Optimistis Investor Tumbuh 25%

PT Bursa Efek Indonesia ( BEI ) hingga Januari 2021 berhasil membukukan pertumbuhan investor saham sebanyak 335.000 menjadi 2,03 juta investor. BEI berkomitmen menjaga kinerja positif tersebut hingga akhir tahun.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menjelaskan, secara rinci pertumbuhan ini sebagian besar disumbang investor dengan usia 18-25 tahun yang naik 104.813 atau 50,7% dari total investor baru 2021.

“Pertumbuhan di atas 10% setiap yang kami catatkan di Januari lalu, akan kami pertahankan sehingga dapat mengejar target pertumbuhan investor sebanyak 25% hingga akhir 2021. Target ini kami rasa realistis dengan jumlah investor yang terus bertumbuh,” jelasnya dalam edukasi wartawan pasar modal, Selasa (23/2/2021).

BACA JUGA

Ashmore Optimistis Dana Kelolaan Reksa Dana Naik Tahun Ini

Strategi lain yang akan dijalankan BEI yakni, menggenjot literasi melalui berbagai program edukasi pasar modal. Hingga Desember 2020 lalu, BEI telah menggelar sebanyak 7.306 kegiatan edukasi yang terbagi dalam tiga kategori yakni aktivasi, inklusi, dan literasi. “Salah satunya yakni 10 Days Challenge selama 4 periode yang berhasil menjaring 11.587 SID ( single investor identification ) baru,” ujarnya.

Hasan menambahkan, BEI juga telah menggandeng beberapa influencer untuk edukasi lewat media sosial. Seperti yang diketahui fenomena pom-pom saham yang belakangan marak terjadi sebenarnya sudah diantisipasi BEI dengan membentuk Influencer Incubator sejak tahun 2019 lalu. Menurut dia, sejak diluncurkan pada 2019, edukasi yang diterima investor cukup positif, lantaran lebih berfokus kepada peningkatan awareness berinvestasi yang baik. “Meski influencer tersebut memiliki follower yang tak sebanyak artis lainya, namun menurut kami lebih efektif karena terfokus,” ujarnya.

BACA JUGA

Diversifikasi Investasi ke Reksa Dana Saham Terbuka Lebar di 2021

Upaya lainya untuk meningkatkan jumlah investor yang paling terbaru yakni mendatangkan perusahaan dengan kapitalisasi jumbo. Berdasarkan catatan Investor Daily, Komisaris BEI Pandu Sjahrir menyambut baik rencana perusahaan teknologi dengan valuasi US$ 1 miliar atau unicorn untuk melakukan penawaran umum perdana ( initial public offering /IPO) saham.

Sebab, IPO unicorn bisa mengerek kapitalisasi pasar BEI sekaligus menguntungkan perusahaan terkait. Dari sisi fundamental, kinerja unicorn cukup solid, lantaran pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu memicu pergeseran bisnis dari offline ke online . “Fokus kita memang mencari yang kita sebut dengan elephant hunting yakni perusahaan dengan kapitalisasi private yang besar ya minimal di atas US$ 1 miliar atau Rp 15 triliun,” kata dia.

Berita terkait: