Harga Minyak Naik Saat Stok AS Berkurang

Harga minyak mentah dunia pada Kamis pagi (17/9/2020) naik di jam perdagangan Asia.

Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik tipis ke US$ 42,25 per barel. Sementara minyak mentah berjangka AS di atas garis datar di level US $ 40,17 per barel.

Stok minyak mentah AS turun 4,4 juta barel pekan lalu menjadi 496 juta barel, terendah sejak April, kata Administrasi Informasi Energi AS, dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters naik 1,3 juta barel,

BACA JUGA

Badai Sally dan Prospek Permintaan Pengaruhi Harga Minyak

Stok bensin AS turun 400.000 barel, kata EIA, lebih dari dua kali lipat perkiraan, meskipun ada kenaikan 4 poin persentase dalam tingkat pemanfaatan penyulingan.

“Jumlah inventaris signifikan, kilang tampaknya kembali aktif, permintaan bensin melonjak kembali, jadi itu pasti positif,” kata analis Price Futures Group, Phil Flynn.

Sementara Sally yang mendarat di Pantai Teluk AS sebagai badai kategori 2, juga mendorong harga minyak karena lebih dari seperempat produksi lepas pantai ditutup karena badai.

Hampir 500.000 barel per hari (bpd) produksi minyak mentah lepas pantai dihentikan di Teluk Meksiko AS, menurut Departemen Dalam Negeri AS.

Minyak jatuh ke posisi terendah dalam sejarah saat krisis virus corona menekan permintaan. Rekor pemangkasan pasokan OPEC dan sekutunya, dan pelonggaran lockdown telah membantu Brent pulih dari level terendah 21 tahun di bawah US$ 16 pada bulan April.

Adapun indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya, di 93,179 setelah sebelumnya naik dari level di bawah 93,0.

Yen Jepang diperdagangkan pada 104,98 per dolar menyusul penguatannya kemarin dari 105,2 melawan greenback. Dolar Australia ditransaksikan US$ 0,7291 dari US$ 0,733 kemarin.