Harga Emas Menguat Saat Negosiasi Stimulus AS Dilanjutkan

Harga emas menguat pada akhir perdagangan Jumat (20/11/2020) menghentikan pelemahan tiga hari beruntun, setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengisyaratkan bahwa negosiasi stimulus akan dilanjutkan kembali, sehingga meningkatkan daya tarik logam kuning sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, naik US$ 10,9 atau 0,59% menjadi US$ 1.872,40 per ounce.

Mnuchin dan Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows akan berbicara pada Jumat (20/11) waktu setempat dengan para pemimpin Kongres Republik tentang negosiasi dengan kongres untuk dukungan ekonomi yang lebih banyak.

“Gagasan pembicaraan stimulus lebih lanjut telah mendukung emas saat kami menyadari langkah-langkah likuiditas bank sentral dan stimulus fiskal menjadi kekuatan pendorong,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Emas mendapat dukungan tambahan ketika kasus Covid-19 terus melonjak di Amerika Serikat dan seluruh dunia.

BACA JUGA

Harga Emas Antam Stagnan di Rp 973.000 Per Gram

Emas telah turun sekitar 5% sejak laporan positif tentang vaksin Covid-19 dari Pfizer dan Moderna dalam 12 hari terakhir.

Emas diuntungkan tahun ini di tengah kerusakan ekonomi akibat pandemi dan stimulus global. “Namun emas tetap mendapat sentimen positif karena vaksin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk didistribusi,” kata Mitra Pengelola CPM Group, Jeffrey Christian.

Investor menarik sekitar US$ 4 miliar dari emas, arus keluar terbesar di tengah serbuan terhadap aset-aset berisiko pekan lalu, kata Bank of America pada Jumat (20/11).

Logam lainnya, perak pengiriman Desember naik 31,5 sen atau 1,31% menjadi US$ 24,363 per ounce. Platinum pengiriman Januari naik US$ 5,7 atau 0,6% menjadi US$ 957,2 per ounce.

Berita terkait: