Hampir Meninggal karena Covid-19 Alasan Dino

Ketika Dino Patti Djalal berjuang mengungkap keberadaan mafia tanah dan bahkan mengunggahnya ke media sosial, ia sudah tahu kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bakal dihadapi.

Namun pria yang sudah lebih seperempat abad berkarier sebagai diplomat ini teguh dengan tekadnya. Mafia tanah harus diberantas. Apa pun risiko yang ia harus hadapi.

Dalam wawancara khusus dengan , Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat 2010-2013 ini mengaku memutuskan untuk melawan habis-habisan mafia tanah saat ia mendapatkan “kesempatan kedua untuk hidup” setelah terpapar Covid-19.

Pertengahan September 2020, Dino menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Bahkan ia harus masuk ICU gara-gara Covid-19 ini.

“Alasannya (melawan dan mengungkap mafia tanah) karena Covid-19. Saya kena Covid pada September. Hampir lewat (meninggal dunia). Hampir dijemput maut. Setelah saya sembuh, saya merasa ada kesempatan kedua untuk hidup,” kata Dino, Sabtu (20/2/2021).

BACA JUGA

Fredy Kusnadi Dijerat Pasal Berlapis

Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada 2014 ini mengaku memiliki sikap berbeda melihat hidup. “Saya berpikir, kalau memperjuangkan sesuatu jangan tanggung-tanggung,” katanya.

Setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, dirinya memiliki keinginan kuat agar generasi berikutnya di negeri ini hidup di Indonesia yang adil dan supremasi hukum yang lebih baik.

“Ini kedengarannya klise, tapi itulah yang benar-benar saya rasakan ketika itu. Dan saat mendengar kasus (mafia tanah) ibu saya maka ada fearless attitude dalam diri saya,” ujar Dino.

Sikap tidak takut itu juga didorong karena keinginan membela ibunda yang sudah berusia 84 tahun. “Kalau bukan saya yang belain , siapa lagi,” katanya.

Hidup hanya sekali maka Dino tak mau lagi tanggung-tanggung dalam membela orang atau membetulkan apa yang salah.

BACA JUGA

Kementerian ATR/BPN Apresiasi Polda Metro Ungkap Sindikat Mafia Tanah

Pertimbangan lainnya, Dino merasa dirinya bukan lagi pejabat negara sehingga bisa bicara bebas.

“Saya sudah pensiun dan bukan lagi pejabat. Ini juga aset saya di mana saya bicara bebas tanpa beban apa pun. Di twitter, saya tulis di profil saya adalah advocate of truth, not power . Saya tidak mencari jabatan tapi kebenaran,” katanya.

Dino bersyukur bahwa kasus ini menjadi perhatian orang. Lebih dari itu, Dino yang awalnya merasa hanya mewakili ibunya dalam mengungkap kasus mafia tanah, seminggu kemudian ia merasa mewakili korban-korban mafia tanah lainnya.

Ketika ia mengungkap melalui media sosial ternyata banyak masyarakat yang mendukung. Sebagian besar masyarakat tersebut bahkan ikut mengungkapkan kekesalannya atas keberadaan mafia tanah.

Seperti dikutip dari komentar warganet dalam cuitan Dino mengenai mafia tanah, akun @marchelnapit misalnya menyebut, kami warga lubang buaya juga sedang mengalami hal yang sama, hak kami diakui oleh orang lain dan sekarang lebih dari 70 KK terancam tidak memiliki tempat bernaung akibat jahatnya mafia tanah. Kami mohon dapat didengarkan laporan2 kami.

Akun tersebut menautkan @DivHumas_Polri, @DelainaAnnur , dan @atr_bpn.

BACA JUGA

Ini Modus Mafia Tanah Caplok Sertifikat Rumah Keluarga Dino Patti Djalal

“Kuncinya harus terekspose. Publik tahu, media tahu. Kalau tidak terekspose dinamikanya jadi datar. Sementara aparat itu menangani banyak sekali kasus. Anggotanya juga sedikit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dino juga mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang telah bekerja keras mengungkap laporan yang telah disampaikannya.

Kerja keras kepolisian yang dimaksud antara lain melakukan penangkapan salah satu terduga aktor mafia tanah pada pukul 04.00 atau dini hari.

Berita terkait: