Hakim Diminta Tolak Permintaan Djoko Tjandra Sidang Digelar Daring

Jaksa Penuntut Umum meminta Majelis Hakim menolak permintaan buronan perkara pengalihan hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra agar sidang permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukannya dapat digelar secara daring atau online .

Diketahui, Djoko Tjandra telah tiga kali mangkir dari persidangan permohonan PK yang diajukannya, yakni pada 29 Juni 2020, 6Juli 2020, dan 20 Juli 2020 dengan alasan sakit di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam persidangan pada pekan lalu, melalui surat yang dibacakan tim kuasa hukumnya, Djoko meminta Majelis Hakim menggelar sidang PK secara daring.

Pengacara Djoko Tjandra Bakal Jadi Tersangka?

“Berdasarkan SEMA Nomor 1 Tahun 2012, pemeriksaan sidang PK tidak dapat dilakukan secara online atau daring,” kata Jaksa.

Jaksa juga meragukan klaim kuasa hukum yang menyebut Djoko Tjandra sedang sakit di Kuala Lumpur, Malaysia. Hal ini lantaran keterangan sakit Djoko Tjandra hanya berdasarkan surat keterangan seorang dokter di sebuah klinik di Kuala Lumpur. Apalagi, surat keterangan sakit itu tidak didukung oleh rekam medis.

“Sehingga keterangan sakit tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan untuk mengetahui apakah Djoko Tjandrw benar-benar sakit atau tidak,” katanya.

Atas dasar itu, Jaksa menilai Djoko Tjandra tidak menghormati dan bahkan merendahkan martabat pengadilan. Untuk itu, Jaksa meminta Majelis Hakim tidak menerima permohonan PK Djoko Tjandra dan berkas permohonannya tidak diteruskan ke Mahkamah Agung (MA).

Baca juga:  Aliran Dana dan Nasib Pengacara Djoko Tjandra, Ini Kata Polisi

“Sudah sepantasnya Majelis Hakim menyatakan tidak dapat diterima permohonan PK Djoko Tjandra dan berkas perkara tidak dilanjutkan ke MA,” tegas Jaksa.

Berita terkait: