Gubernur Sumut Jalani Vaksinasi Sinovac

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menepati janjinya sebagai orang pertama yang bersedia diberikan suntik vaksin Sinovac oleh tenaga kesehatan dari Satuan tugas (Satgas) Penanganan Pandemi Covid-19 Sumut, Kamis (14/1/2021).

Proses vaksinasi terhadap mantan Pangkostrad ini dilaksanakan di Aulua Tengku Rizal Nurdin, Posko Satgas Covid-19 di Jalan Sudirman Medan. Dalam vaksinasi secara perdana di Sumut itu, ada sebanyak 58 orang pimpinan daerah, kepala dinas dan pimpinan organisasi keagamaan yang divaksin.

Dokter Astuti Hidayati Saragih, sebagai anggota Satgas Covid-19 menyampaikan, vaksin Sinovac aman digunakan. Vaksin ini tidak mempunyai efek samping yang buruk ke tubuh seseorang setelah disuntikkan.

“Vaksin ini bermanfaat untuk meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh. Ini bermanfaat untuk digunakan karena pandemi Covid-19 masih berlangsung. Masyarakat diharapkan tidak khawatir untuk disuntik vaksin,” katanya.

Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan, sebanyak 58 orang yang terdiri dari pimpinan daerah, pejabat dari setiap dinas di pemerintahan maupun pimpinan rumah sakit, pimpinan organisasi dokter maupun perawat maupun lainnya, sudah menyatakan kesiapan untuk disuntik vaksin oleh tenaga kesehatan yang sudah disiapkan.

Sepuluh pimpinan daerah yang terdiri dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Pangdam Mayjen TNI Hassanudin, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Kajati Sumut Ida Bagus Nyoman, Ketua IDI Sumut Edy Ardiansyah, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan, Zainal Safri, Kepala Kesehatan Kodam Bukit Barisan Kolonel Machmud Yunus dan Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting.

“Sebelum disuntik vaksin, pihak tenaga kesehatan terlebih dulu melakukan pemeriksaan ulang kesehatan masing – masinh, termasuk pimpinan daerah yang akan divaksin. Mulai dari pemeriksaan rapid test antigen, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, cholesterol dan asam lambung,” ujar Edy Rahmayadi.

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, dari organisasi keagamaan yang juga disuntik vaksin meliputi pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, pimpinan Nahdatul Ulama (NU) Sumut, pimpinan Al Wasliyah Sumut, Ketua Perseketuan Gereja Indonesia (PGI) Sumut, pimpinan Keuskupan Agung, Ketua Walubi dan Ketua Perisada Hindu Darma Indonesia.

“Proses vaksinasi oleh vaksinator yang sudah disiapkan ini dimulai pada pagi hari. Sampai sejauh ini, persiapan sudah matang. Saya selaku gubernur juga tidak ada persiapan khusus menjelang divaksin. Kita semua bersedia disuntik vaksin agar masyarakat tidak ragu untuk divaksin ke depannya. Vaksin ini demi kebaikan bersama. Jadi tidak perlu khawatir,” katanya.

Disebutkan, sehari setelah pemberian vaksin ini akan dilanjutkan dengan penyuntikan vaksin terhadap tenaga kesehatan (Nakes) di kawasan Kota Medan, Binjai dan Deli Serdang (Mebidang). Jumlah nakes yang akan disuntik vaksin ini sekitar 26.000-an. Dalam hal ini, ada sebanyak 1.500 orang vaksinator yang sudah disiapkan untuk penyuntikan vaksin tersebut.

“Pada tanggal 15 Januari, pimpinan daerah bersama kepala dinas maupun tenaga kesehatan juga disuntik vaksin. Lokasi vaksinasi ini sudah disiapkan. Mulai dari posko satgas, rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat maupun lainnya. Sedangkan vaksin untuk ketiga daerah di Mebidang itu sedang didiatribusikan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menyampaikan, sumber daya manusia kesehatan (SDMK) Kota Medan menerima jatah sekitar 20.000 vaksin, Binjai 2.490 vaksin dan Deli Serdang 4.874 vaksin. Lokasi vaksinasi terhadap tenaga kesehatan ini dilaksanakan di 41 puskesmas di Medan, Binjai ada 16 puskesmas dan Deli Serdang 106 puskesmas.

Untuk tahap pertama vaksinasi ini, sudah disepakati bahwa tenaga kesehatan yang terlebih dulu disuntik vaksin. Baik itu tenaga kesehatan dari rumah sakit pemerintah, swasta maupun seluruh tenaga kesehatan di setiap puskesmas. Mereka yang disuntik vaksin terdiri dari dokter, perawat, bidan maupun lainnya. Mereka terlebih dulu divaksin karena rentan terpapar di tengah pandemi,” jelasnya.

“Saya juga orang yang turut divaksin setelah Gubernur Sumut. Tidak ada persiapan khusus, sebab vaksin ini sama seperti inmunisasi. Jadi tidak perlu kita mengkhawatirkan dampaknya. Sebab, vaksin Sinovac ini melalui ujli klinis dan mendapatkan izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) maupun MUI. Kita semua bersedia divaksin untuk meyakini masyarakat agar tidak takut,” sebutnya.

Berita terkait: