Gubernur Sulbar Imbau Warga Mamuju Kembali ke Rumah

Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Ali Baal Masdar, mengimbau para penyintas di Kabupaten Mamuju untuk kembali ke rumah masing-masing dan meminta warga tidak termakan isu yang tidak jelas sumbernya terkait bencana susulan.

“Bagi saudara-saudara pengungsi yang kondisi rumahnya masih bisa ditempati, kami minta supaya kembali saja. Jangan terlalu lama di pengungsian lagi. Insyaallah tidak ada lagi tsunami,” kata Gubernur Ali Baal, Minggu (24/1/2021).

Dia mengatakan, warga seharusnya sudah bisa kembali dan segera beraktivitas agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus terus bergantung dan berharap adanya bantuan yang terus mengalir dari para dermawan kepada korban gempa.

BACA JUGA

Positif Covid-19, 12 Pengungsi Sulbar Batal Dipulangkan

Diketahui, selain kerusakan fisik, gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Sulbar pada Jumat dinihari (15/1/2021) meninggalkan trauma sosial berkepanjangan bagi perempuan dan anak-anak sehingga membuat mereka enggan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Sebelumnya, Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus, Elvi Hendrani mengatakan, berdasarkan penilaian dari tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) mengungkapkan, sebagian besar perempuan dan anak yang masih mengungsi masih memiliki tempat tinggal, tetapi memilih bertahan di tenda darurat karena takut terjadi gempa susulan.

Karena itu, kata Evi, pihaknya akan terus berupaya menyediakan dukungan-dukungan psikososial di titik-titik pengungsian yang ada di Mamuju bersama tim dari organisisasi dan instansi lainnya untuk pemulihan psikologis mereka.

BACA JUGA

BNPB Akan Tambah Tenda Darurat untuk Pasien Covid-19 di Sulbar

“Ini adalah dukungan psikososial. Tidak menutup kemungkinan jika ada yang membutuhkan trauma healing , akan ditangani,” ujarnya.

Hasil pendataan sementara yang dilakukan Kementerian P3A tercatat, pengungsi perempuan dewasa sebanyak 18.484, bayi berusia 0-2 tahun sebanyak 1.413, usia 2-6 tahun 301, dan usia 6-17 tahun ada 1.092 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat ibu hamil sebanya 42 jiwa dan ibu menyusui 98 jiwa.

Berita terkait: