Gubernur sampaikan potensi pariwisata Sulbar ke Menparekraf

Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar menyampaikan berbagai potensi pariwisata daerah itu kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Ali Baal Masdar saat berkunjung di Kantor Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Selasa.

Kunjungan tersebut untuk meminta dukungan pengembangan dan promosi sektor pariwisata di Provinsi Sulbar, setelah daerah itu diguncang gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo.

“Sulbar saat ini menghadapi dua bencana, yaitu masih dalam masa pandemi COVID-19 dan setelah gempa bumi. Salah satu sektor yang sangat terdampak adalah sektor ekonomi. Namun, kami optimis melalui pengembangan sektor pariwisata, Sulbar akan kembali pulih dan bangkit,” kata Ali Baal Masdar.

Gubernur menyampaikan, Sulbar merupakan salah satu provinsi destinasi pariwisata di Indonesia, yang memiliki kekayaan alam, keanekaragaman flora, fauna, bahasa dan suku, keunikan dan kekhasan budaya, adat istiadat yang hidup dalam masyarakatnya serta peninggalan sejarah dan purbakala menjadi daya tarik tersendiri bagi Sulbar.

Beberapa usulan program prioritas destinasi pariwisata Pemprov Sulbar, lain pengembangan wisata bawah laut dan super eksklusif Pulau Balabalakang, pengembangan sarana dan prasarana olaharaga bahari dan pariwisata Teluk Mandar, pengembangan sarana dan prasarana wisata bahari pasar ikan terapung di Tapandulu Mamuju, pengembangan taman budaya serta dukungan promosi festival Sandeq Race yang dilaksanakan setiap tahun.

“Festival sandeq race adalah lomba perahu tradisional suku Mandar yang ada di Sulawesi Barat, paling tercepat, terkeras dan jarak tempuh paling terjauh di dunia dengan hanya menggunakan layar dan mengandalkan angin sebagai penambah kecepatannya. Sandeq race merupakan salah satu upaya pelestarian budaya bahari di Sulbar,” terang Ali Baal Masdar.

“Ada juga Tari Sayyang Pattu’du yang merupakan atraksi kuda menari yang dihiasi dan ditunggangi seorang anak gadis cantik dan anak-anak yang akan melaksanakan khataman. Tradisi tersebut merupakan salah satu tradisi masyaraat suku Mandar dalam pelestarian budaya di Sulbar serta beberapa program prioritas destinasi pariwisata lain,” tambahnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberi respon positif dan menyampaikan bahwa dari 2014 hingga 2019, pariwisata di Sulbar terus mengalami peningkatan, baik jumlah wisatawan domestik maupun macanegara.

“Potensi Sulawesi Barat ini sangat besar. Dari wisata alamnya, ada Pulau Karampuang di Mamuju yang sering-sering disebut sebagai surga bagi pecinta diving dan snorkeling. Untuk wisata budaya, ada Sayyang Pattu’du yang biasa dilaksanakan di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar, dan juga berbagai wisata buatan seperti waterpark dan taman air,” kata Sandiuno.

Berita terkait: