Gereja Katolik di Medan Diwajibkan Tampung Jemaat 20% Saat Beribadah

Umat Katolik di seluruh Keuskupan Agung Medan diminta tetap untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Para pastor juga diimbau membatasi pelayanan. Untuk mengantisipasi penularan virus corona , Gereja Katolik sebaiknya menampung 20% jemaat saat melaksanakan ibadah.

Juru Bicara Keuskupan Agung Medan (KAM), Pastor Benyamin Purba mengatakan, menerapkan protokol kesehatan merupakan usaha preventif dalam mengantisipasi penularan virus corona. Tanpa disadari, virus ini memungkinkan terbawa oleh jemaat, termasuk ke tengah lingkungan gereja.

“Kunci utama mengantisipasi penularan ini supaya tidak tertular adalah rajin mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir, jaga jarak, menggunakan masker. Untuk kegiatan ibadah, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Jika suhu tubuh mencapai 37,5 sebaiknya tidak masuk ke dalam gereja,” ujar Benyamin, Rabu (22/7/2020).

Benyamin menyarankan, jemaat yang melaksanakan proses ibadah di gereja tidak lebih dari 20 orang. Sejak 21 Maret sampai dengan 29 Mei 2020, gereja Katolik di seluruh Keuskupan Agung Medan ditutup. Namun sejak tgl 29 Mei 2020, Uskup Agung Medan berlaku buku tatanan normal baru, yang kini berubah menjadi adaptasi kebiasaan baru.

“Jumlah gereja paroki sebanyak 63 yang telah berbadan hukum dan gereja stasi melebihi angka 1.200. Keuskupan Agung Medan mencakup Propinsi Sumatera Utara, minus Tapanuli Tengah dan Kota Sibola dan Pulau Nias. Untuk jumlah umatnya berada antara 550 ribu sampai 580 ribu. Gereja Katolik yang buka hanya sekitar 20%.

Secara terperinci, praktisnya gereja stasi-stasi belum dibuka sampai sekarang. Geraja stasi untuk lingkungan kelompok-kelompok umat di masyarakat belum dibuka. Dengan kata lain, umat yang datang mengikuti ibadah di gereja tetap sekitar 20% saja.

“Pelayanan Gereja di KAM berdamai dengan Covid-19, yang ditetapkan oleh Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap. Begitu juga dengan acara perkawinan untuk jemaat gereja, sampai saat ini perayaan perkawinan sangat terbatas, dan misa di lingkungan pun belum diizinkan,” katanya.

Benyamin menambahkan, kondisi kesehatan Uskup Agung Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap, bersama Pastor Michael Manurung, Pastor Borta Rumapea, Pastor Romaldus, serta Pastor Jody Turnip, yang dinyatakan positif Covid-19, sudah membaik. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan tes swab dari pihak laboratorium.

“Untuk membuka kembali Keuskupan Agung, sepenuhnya diserahkan kepada Keputusan Uskup sendiri. Semuanya semakin sehat dan terlihat lebih segar. Kita masih menunggu keputusan dokter untuk kepastian kesembuhan Uskup Agung dan pastor lainnya. Mohon dukungan doanya,” katanya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Mardohar Tambunan mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penelusuran terhadap sejumlah orang yang melakukan kontak erat dengan Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap, Pastor Michael Manurung, Pastor Borta Rumapea, Pastor Romaldus, serta Pastor Jody Turnip, yang dinyatakan positif Covid-19.

Satgas Penanganan Covid-19 bersama tenaga kesehatan masih melakukan upaya testing, tracing dan treatment (3T) secara masif terhadap orang – orang yang melakukan kontak erat dengan Uskup Agung saat melakukan kegiatan di keuskupan.

“Sudah dilakukan upaya penelusuran. Untuk di sekitar Keuskupan Agung, ada sejumlah pekerja yang diperiksa. Sebanyak 8 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Penelusuran ke luar juga masih sedang dilakukan. Kita juga masih menyelidiki dimana Uskup Agung terpapar virus corona ,” ujar Mardohar Tambunan.

Sebelum dinyatakan positif Covid-19, Uskup Agung Kornelius Sipayung beberapa kali melakukan perjalanan dan pertemuan dengan umat di sejumlah daerah, sejak 1 Juli 2020 kemarin. Dua di antara daerah yang dikunjungi Uskup Agung adalah Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Dairi.

“Oleh karena ini, kami mengimbau masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat, dengan penuh kesadaran tinggi, supaya memeriksakan kesehatannya. Termasuk di Medan, disediakan fasilitas kesehatan untuk masyarakat yang memeriksakan kondisi kesehatan,” sebutnya. 

Berita terkait: