Gerakan Bangga Buatan Indonesia Diharapkan Genjot Permintaan Produk UMKM

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menegaskan pentingnya gerakan Bangga Buatan Indonesia untuk mendorong peningkatan permintaan produk usaha kecil menengah (UMKM) di sektor ekonomi kreatif, khususnya di tengah pandemi covid-19.

“Gerakan Bangga Buatan Indonesia menurut saya ini sangat penting, terutama untuk mendorong produk UMKM yang bergerak di bidang fesyen, home decor, dan pernak-pernik khas daerah,” ujar Teten di Jakarta , Kamis (18/9).

Produk-produk UMKM Indonesia di bidang ini, kata Teten, punya keunggulan yang sangat diminati pasar global sebelum pandemi terjadi. Untuk itu, Teten berharap, melalui gerakan tersebut UMKM di Indonesia dapat bangkit dari keterpurukan akibat pandemi yang telah menyebabkan kendala dari sisi supply dan demand.

“Kita punya keunggulan domestik berupa ketersediaan bahan baku, baik bahan endemik maupun hasil tambang, dan saya kira kita kaya dengan budaya seni yang bisa menjadi sumber inspirasi untuk produksi pernak pernik di Indonesia,” paparnya.

Teten menegaskan bahwa kekuatan UMKM Indonesia ada pada custom culture dan bukan produk massal. “Ini penting kita perkuat melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, agar daya beli mereka meningkat dan tidak ragu membeli produk pernak pernik yang dihasilkan UMKM,” imbuh dia.

Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai program bagi UMKM agar bisa beradaptasi dan berinovasi produk, sehingga dapat mengikuti perkembangan market baru yang lebih banyak pada produk kebutuhan pokok, kebutuhan pendidikan, dan kebutuhan pemeliharaan kesehatan.

“Permintaan pasar di dalam negeri turun, daya beli juga menurun, sehingga yang tumbuh adalah industri rumahan yang berbasis pada kebutuhan pokok. Ini yang kita proses, agar UMKM dapat beradaptasi dan mengubah orientasi bisnis, lalu berinovasi produk termasuk memanfaatkan platform digital untuk marketing mereka,” ucapnya.

Teten juga mendorong agar UMKM melakukan transformasi pemanfaatan teknologi dalam proses produksi, selain juga memanfaatkan hasil riset dan SDM unggul dalam mengembangkan produk UMKM.

” Hal terpenting adalah bagaimana ekosistem UMKM dapat berkembang. Selama periode ini, beberapa kementerian melakukan pendampingan, edukasi, kurasi, dan inkubasi agar UMKM melakukan pergeseran dari situasi kini, dan bertransformasi ke arah yang lebih baik, agar UMKM bisa mengambil ruang peran di pasar domestik dan global,” pungkasnya. [azz]

Baca juga:
Teten Nilai Berwirausaha Jadi Pilihan Rasional Saat Ekonomi Sulit Imbas Corona
Menko Luhut Catat Sudah 1,9 Juta UMKM Beralih Ke Ekosistem Digital
Pemerintah Andalkan Program Subsidi Gaji dan Banpres Genjot Pertumbuhan Kuartal III
Menko Luhut Sebut Sumbangsih Ekonomi Kreatif RI Terbesar Ketiga Dunia
Kemendag Luncurkan Program Kampanye Pernak Pernik Unik Bangga Buatan Indonesia
Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Gelontorkan Dana Rp 123,46 Triliun untuk UMKM

Baca Selanjutnya: Oleh karena itu pemerintah menyiapkan…

Halaman

  • 1
  • 2