Ganjil Genap Berhasil, Kendaraan Masuk Kota Bogor Turun 9 Persen

Penerapan ganjil genap Kota Bogor di pekan ketiga diklaim Wali Kota Bogor Bima Arya menghasilkan tren positif. Bima menyebut, kendaraan yang masuk ke Kota Bogor mengalami penurunan, dan mobilitas warga pun berkurang.

“Dua hari ini menunjukkan penurunan, seperti minggu lalu. Masih ada satu minggu lagi ganjil genap akan berlaku dan kami akan evaluasi, khususnya dari sisi ekonomi,” kata Bima, Minggu (21/2/2021).

Dikatakan Bima, selain untuk menekan angka penyebaran Covid-19, penerapan ganjil genap pun diharapkan mampu mendongkrak perekonomian Kota Bogor.

“Mudah-mudahan ada kenaikan, jadi ada keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi,” jelas Bima.

BACA JUGA

Temukan Penyebab Banjir Jakarta Sejak 2020, Bima Arya: Surat Rekomendasi Saya ke Anies Belum Dijawab

Tidak hanya itu, Bima juga menyebut jumlah pelanggar ganjil genap tidak terlalu signifikan. Artinya, kata dia, program ganjil genap tersosialisasi dengan baik.

“Untuk angka covid-nya fluktuatif ya, tetapi jauh (menurun) dibanding dua pekan lalu yang mencapai 187,” katanya.

Sementara itu, mengutip data dari Jasa Marga, pada Sabtu 20 Februari 2021, jumlah kendaraan yang masuk di GT Bogor 1 mencapai 19.844, sedangkan di GT Sentul Selatan 1 – Sentul Barat berjumlah 21.619 kendaraan, sehingga total ada 41.463 kendaraan masuk.

Terjadi penurunan 9,6 persen atau 3.996 kendaraan. Data 24 jam di hari yang sama dengan perbandingan pekan sebelumnya, sekira pukul 06.00 Sabtu, 20 Februari 2021 pagi hingga 06.00 Minggu, 21 Februari 2021 pagi.

Berita terkait: