Gandeng PPI, Dewata

PT Dewata Freight International Tbk (DEAL) telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk menjalin kemitraan strategis dalam bidang logistik berbasis komoditi.

Direktur Utama Dewata Freight International, Bimada mengatakan, kerjasama tersebut dilakukan untuk membangun sinergi yang saling menguntungkan dalam bidang logistik terintegrasi melalui Pusat Logistik Berikat (PLB), Freight Forwarding dan transport sesuai dengan prinsip good corporate governance guna mendorong kerjasama yang memiliki daya saing kuat, profesional, transparan dan efisien.

“Aksi tersebut dilakukan sebagai perwujudan rencana awal kerjasama perseroan dan PPI, maka demikian kerjasama ini diharapkan dapat memberikan sinergi untuk kedua belah pihak,” ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (22/2/2021).

BACA JUGA

Rakernas 2021, AMSI Rumuskan Strategi Dorong Ekosistem Digital yang Adil bagi Media Online

Penandatangan nota kesepahaman tersebut dianggap penting bagi perseroan sebagai salah satu usaha untuk mendukung pertumbuhan dan kesempatan pengembangan usaha.

“Penandatanganan nota kesepahaman sebagai langkah awal yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan perseroan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai dengan kebutuhan logistiknya agar efisien dan efektif,” ujar dia.

Direktur Utama Perusahaan Perdagangan Indonesia, Fasika Khaerul Zaman mengatakan, saat ini PPI fokus pada penjualan komoditi reguler seperti perdagangan pupuk dan pestisida, farmasi dan alat kesehatan, produk pangan dan konsumsi, bahan bangunan dan alat-alat pertanian.

Selain itu, PPI kembali berhasil menjadi Mitra Utama (MITA) Kepabeanan di pelabuhan Belawan, Sumatra Utara, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Bandara Soekarno-Hatta.

“Dengan, ditandatanganinya Nota Kesepahaman tersebut, PPI dan Perseroan dapat berkolaborasi untuk mengelola logistiknya agar efisien dan efektif sehingga produk yang dipasarkan PPI memiliki daya saing dan kompetitif baik dalam dan luar negeri,” ujar dia.

Corporate Secretary Dewata Freight International, Nur Hasanah menambahkan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan langkah awal masuk ke penangangan logistik berbasis komoditi, selain alat kesehatan dan farmasi yang sudah diinisiasi sebelumnya.

Perseroan sebelumnya lebih berfokus kepada penanganan kargo infrastruktur, Pembangkit Tenaga Listrik dan pengiriman alat-alat berat yang berkontribusi sebesar 80% dari Pendapatan Perseroan.

BACA JUGA

BKPM Cari Formula Eksekusi Proyek Mangkrak Krakatau Steel Rp 3,9 T

Kinerja penjualan perseroan pada tahun kuartal III-2020 menurun 26% YoY, dengan DER 1,63 kali. Pada tahun 2021 perseroan merencanakan pertumbuhan penjualan secara konsolidasi sebesar 300% YoY dan Capex Rp 100 Miliar untuk pembangunan infrastruktur rantai pasok dingin, pusat logistik berikat dan logistik pertambangan (logistics mining).

Sebagai informasi, selain menandatangani nota kesapahaman dengan perseroan, PPI juga melaksanakan penandatanganan nota kesapahaman dengan anak usaha perseroan, yakni PT Arrow Chain Management Logistics (ACML). Aksi ini dilakukan untuk dapat mengembangkan Pergudangan dan Transportasi Distribusi.

Dengan adanya kerjasama tersebut, perseroan akan memiliki sumber pendapatan baru untuk mendukung kinerja keuangan perseroan.

Berita terkait: