Gagal Ikut UTBK SBMPTN Tahap 1, Puluhan Ribu Peserta Diperbolehkan Ikut Tahap 2

Pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer-seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (UTBK-SBMPTN) 2020 tahap satu telah selesai diselenggarakan di 72 Pusat UTBK PTN di 85 lokasi. Namun karena digelar di masa pandemi, ada puluhan ribu mahasiswa yang gagal mengikuti UTBK tahap 1 dan akan direlokasi ke tahap 2 pada 20-29 Juli mendatang.

Menurut Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mohammad Nasih, terdapat enam pusat UTBK yang batal melaksanakan ujian tahap satu karena dilarang oleh Gugus Tugas Covid-19 setempat.

Selain itu ada pula 1.500 peserta yang terpaksa tidak dapat mengikuti UTBK tahap pertama karena suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius dan hasil tes menyatakan reaktif Covid-19. Dua golongan peserta itu nantinya akan bergabung dengan 150.000 peserta yang memang terdaftar di tahap dua. “Tahap dua ini membuka kesempatan kepada peserta yang tidak bisa ikut ujian pada tahap satu,” kata Nasih dalam telekonferensi, Rabu (15/7/2020).

Enam pusat UTBK yang batal melaksanakan ujian tahap satu adalah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan 19.299 peserta, Universitas Nusa Cendana (Undana) dengan 6.212 peserta, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan 13.490 peserta, Universitas Sriwijaya (Unsri) dengan 1.680 peserta, Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan 3.518 peserta, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) dengan 2.352 peserta.

Nasih menuturkan, relokasi yang dilakukan panitia LTMPT sesuai dengan persyaratan protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster baru penularan Covid-19. Untuk itu, ia meminta para peserta lebih menyiapkan diri sehingga tidak ada lagi yang terkendala dengan masalah kesehatan.

Pasalnya, dalam pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020 ini, panitia fokus mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta dan panitia.

“Kami mengimbau peserta untuk benar-benar menjaga kesehatan diri dan rajin mengukur suhu tubuh. Mudah-mudahan stabil terus hingga hari H,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menyebutkan, persentase kehadiran peserta pada UTBK-SBMPTN 2020 tahap satu lebih baik jika dibandingkan dengan tahap satu pada UTBK 2019. Tahun ini, UTBK-SBMPTN tahap 1 dihadiri oleh 93,01% dari 558.107 peserta, atau 519.070 peserta. Sedangkan pada tahun lalu, peserta yang hadir hanya 88,9% atau tingkat ketidakhadirannya sebesar 11%.

“Sungguh ini kemajuan yang sangat berarti di tengah Covid-19 yang kita hadapi secara sama-sama. Tampaknya minat kehadiran dari kawan-kawan peserta sungguh luar biasa,” kata Nasih.

Dikembalikan
Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT, Budi Prasetyo menambahkan, bagi peserta yang reaktif Covid-19 dan tidak dapat mengikuti UTBK -SBMPTN 2020 tahap dua, maka biaya pendaftaran senilai Rp 150.000 per orang akan dikembalikan dengan cara ditransfer langsung ke nomor rekening peserta.

Sementara itu, Plt Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Nizam mengapresiasi pelaksanaan UTBK tahap satu yang secara keseluruhan berjalan lancar sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan, beberapa perguruan tinggi melakukan tambahan-tambahan pengamanan yang sangat baik.

“Saya rasa ini harus diberi apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh panitia yang telah menyelenggarakan UTBK ini dengan sangat bagus,” kata Nizam.

Untuk itu, Nizam mengharapkan, keberhasilan UTBK tahap satu dapat dipertahankan pada tahap dua sehingga para peserta mendapat haknya.

Berita terkait: