Fokus Pencarian Hari Keenam Utamakan Korban dan CVR Sriwijaya Air

Fokus pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hari keenam di Kepulauan Seribu pada korban dan perekam suara di kokpit (cockpit voice recorder/CVR).

“Fokus pencarian tidak ada diprioritaskan kepada satu objek, jadi korban dan CVR kita utamakan, termasuk serpihan pesawat,” kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (MAR) Rasman M.S di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1/2021).

Menurut Rasman, untuk pencarian itu, Tim SAR yang terlibat dibagi ada yang khusus mencari serpihan, korban, dan juga CVR.

Pelibatan Tim SAR sama seperti hari-hari sebelumnya, yakni sebanyak 4.132 orang, terdiri atas Basarnas 795 orang, dan potensi SAR 3.337 orang.

BACA JUGA

Cuaca Buruk, Tim SAR Gabungan Belum Dapatkan CVR Sriwijaya Air PK-CLC

Begitu pula dengan alat utama (alut) yang dikerahkan yakni kapal 54 unit, perahu karet berkemudi (RIB) 18 unit, pesawat udara 13 unit, 30 unit ambulans, termasuk 18 peralatan lainnya dalam skala kecil, seperti sea rider, jetski, dan perahu karet.

“Oleh karena itu, kita bagi di dalam tim ini ada yang khusus mencari serpihan, korban dan juga CVR. Itu mekanisme di dalam pengaturan itu sehingga bisa kita maksimalkan pencarian dan pertolongan,” kata Rasman.

Menurut Rasman, Tim SAR berlomba dengan waktu untuk menemukan korban maupun serpihan pesawat karena pada hari keenam kondisi jenazah apabila sudah terendam air laut terlalu lama, sulit untuk dikenali DNA-nya.

“Ya kemarin, jasad sudah mulai tak utuh, tetapi itu nanti tugasnya DVI (disaster victim investigation) untuk melakukan identifikasi, yang jelas semakin lama korban di dalam air DNA-nya semakin kabur, makanya kita berkejaran dengan waktu,” kata Rasman.

Berita terkait: