Fed Indikasikan Tahan Suku Bunga Dekati Nol Hingga 2023

Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reseves ( the Fed ) memutuskan menahan suku bunga mendekati nol persen. The Fed juga menyatakan melihat inflasi selalu di bawah target 2 persen selama bertahun-tahun, maka bank sentral akan mempertahankan suku bunga dalam waktu lama. Anggota komite pembuat kebijakan Fed mengindikasikan suku bunga tetap mendekati nol hingga 2023.

Ketua Fed Jerome Powell kepada wartawan dalam konferensi pers Rabu (16/9/2020) mengatakan bahwa kebijakan moneter ini akan tetap berlaku sampai lapangan kerja maksimum.

“Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang mengatur kebijakan berusaha mencapai lapangan kerja maksimum dan akan bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas 2 persen untuk beberapa waktu sehingga inflasi rata-rata 2 persen dari waktu ke waktu,” kata the Fed dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA

Dow Naik Tipis karena Fed Berjanji Pertahankan Suku Bunga Rendah

Dalam proyeksi terbaru The Fed, inflasi inti diperkirakan akan tetap rendah dan tidak mencapai target 2 persen hingga 2023. Di saat yang sama, pasar kerja diperkirakan akan membaik ke titik di mana pengangguran berada pada level 4 persen pada 2023, di bawah tingkat jangka panjang 4,1 persen.

“Ini dovish , suku bunga yang lebih rendah untuk jangka panjang, ekuitas lebih tinggi, dolar lebih lemah,” kata ahli strategi pendapatan di BMO, Jon Hill.

The Fed bulan lalu mengumumkan perubahan kebijakannya, di mana akan membiarkan inflasi berjalan di atas targetnya untuk beberapa waktu sebelum bergerak menaikkan suku bunga. Tetapi dalam perkembangannya, Fed melihat inflasi inti berjalan di bawah 2 persen hingga 2022. Fed memperkirakan inflasi inti sebesar 1,3 persen hingga 1,5 persen tahun ini, dan 1,6 persen hingga 1,8 persen tahun depan. Inflasi akan mencapai 1,9 persen hingga 2 persen pada tahun 2023.

Powell mengatakan Fed berharap inflasi pada akhirnya membaik.

“Itu pedoman ke depan yang sangat kuat, dan kami pikir itu akan menjadi pedoman yang akan bertahan lama sehingga memberikan dukungan signifikan bagi perekonomian,” katanya.

Saat beberapa ahli strategi dan investor Wall Street percaya inflasi bisa menjadi masalah, The Fed lebih khawatir tentang disinflasi.