FASI buat terobosan lomba paralayang virtual pertama di dunia

Jakarta – Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Bidang Paralayang membuat terobosan baru dengan mengadakan lomba paralayang virtual yang diklaim menjadi ajang pertama di dunia.

Kegiatan bertajuk “Virtual Paragliding Festival” ini melombakan nomor ketepatan dan diadakan di enam lokasi lomba, yaitu Kampung Toga (Sumedang) dan Gunung Mas (Puncak) di Jawa Barat, Lengkong (Wonosobo) dan Kemuning (Karang Anyar) di Jawa Tengah, Gunung Banyak (Batu) di Jawa Timur, dan Macau Duo (Tanah Datar) di Sumatera Barat, Sabtu.

Pusat kegiatan ini berlangsung di Bukit Kampung Toga, dengan pelaksanaan selama dua hari, yaitu pada 17-18 Oktober.

“Konsep lomba seperti ini belum pernah ada sebelumnya. Peserta cukup memilih lokasi lomba yang terdekat dengan domisilinya, lalu keenam lokasi ini melaksanakan lomba secara bersamaan, dan hasilnya akan terkirim ke pusat data secara ‘real-time’, untuk menjadi sebuah hasil pertandingan Virtual Paragliding Festival yang valid”, ujar Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Khofifah luncurkan wisata paralayang dan agrowisata di Trawas
Baca juga: Upaya tarik wisatawan, Sukabumi kembangkan destinasi wisata Paralayang

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta, sehingga kegiatan ini menjadi kegiatan paralayang dengan peserta terbanyak, yang sekaligus dicatatkan ke dalam Museum Rekor Indonesia (rekor MURI). Kegiatan ini juga akan diuji coba ke tingkat yang lebih tinggi, yakni tingkat Asia tahun depan.

“Pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga kegiatan ini menjadi kegiatan dengan peserta terbanyak sepanjang sejarah, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Tahun depan kita akan ekspansi ke tingkat Asia”, ujar Marsma TNI Basuki Rochmat, selaku Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI).

Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol diaktifkannya kembali kegiatan cabang olahraga (cabor) Petualangan, Tantangan & Wisata (PTW), yang terdiri dari lima cabor, yaitu Paragliding, Diving, Rafting, Running & Hiking.

Kelima cabor tersebut telah memiliki buku resmi panduan protokol kesehatan COVID-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kegiatan aktivasi ini dikoordinir oleh TROI Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang mengkoordinir Olahraga Wisata di Indonesia.

Seluruh kegiatan ini juga didukung oleh Kemenpora RI, Kemenparekraf RI, dan juga TNI-AU selaku Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI).

Baca juga: Bukit Santiong siap dijadikan objek wisata pecinta paralayang
Baca juga: Indonesia raih juara dunia paralayang di Serbia

Berita terkait: