FAO: Harga Pangan Capai Level Tertinggi dalam Tujuh Tahun

Harga pangan dunia naik 2,1% pada Maret, dan mencapai level tertinggi seperti yang terakhir terlihat pada Juni 2014. Pada Kamis (8/4/2021), kenaikan itu disampaikan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

Biji-bijian dan sereal, komponen terbesar dalam indeks, turun 1,7% untuk bulan tersebut, mengakhiri tren kenaikan delapan bulan. Tapi sub-indeks tersebut masih 26,5% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Harga gandum, jagung, sereal gandum, dan beras semuanya turun, meskipun FAO mengatakan penurunan itu dibatasi oleh permintaan yang kuat dari Tiongkok, dan India.

“Harga gula juga turun, tergelincir 4,0 persen dibandingkan Februari, meski tetap lebih dari 30 persen di atas level dari tahun sebelumnya,” kata FAO.

BACA JUGA

PBB: 17 % Makanan Terbuang di Tingkat Konsumen

Tetapi penurunan tersebut tidak cukup untuk mengimbangi kenaikan di tempat lain, karena semua sub-indeks lainnya mengalami kenaikan harga.

Harga susu naik 3,9% untuk bulan tersebut, didorong oleh masalah transportasi di Eropa dan Amerika Utara, dan peningkatan permintaan susu bubuk di Asia, terutama dari Tiongkok.

BACA JUGA

Hari Hutan Internasional, FAO: 10 Juta Hektare Hutan Hilang Setiap Tahun

Sementara itu, harga daging naik 2,3% karena meningkatnya permintaan unggas dan babi, sementara harga minyak nabati naik 8,0%, mencapai level tertinggi sejak 2011.

Indeks Harga Pangan FAO bulanan didasarkan pada harga dunia untuk 23 kategori komoditas pangan yang mencakup 73 produk berbeda dibandingkan dengan tahun dasar.

Berita terkait: