Erick Thohir Target 15 Persen Kepemimpinan Wanita di BUMN Tercapai Tahun Ini

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara tegas menginginkan target kepemimpinan wanita di jajaran tinggi BUMN sebanyak 15 persen harus dapat terpenuhi di tahun ini. Bahkan jumlah tersebut bisa mencapai 20 persen di 2023.

“Saya berharap di programnya nanti bagaimana kepemimpinan daripada wanita yang masih kurang lebih 11 persen di perusahaan induk, saya minta tahun ini harus 15 persen,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam pelantikan pengurus baru Forum Human Capital Indonesia (FHCI) di Jakarta , dikutip Antara, Rabu (7/4).

Menurutnya, kepemimpinan wanita dengan porsi cukup besar dalam posisi tinggi dan kunci di sebuah perusahaan merupakan hal biasa. “Saya ini latar belakangnya dunia olahraga, di dunia internasional kepemimpinan wanita itu 30 persen wajib. Tidak hanya di olahraga tapi juga di dunia internasional,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga menargetkan kepemimpinan muda BUMN pada tahun 2021 mencapai 5 persen. “Leadership kepada pimpinan muda BUMN yang sekarang jumlahnya itu di direksi masih 4 persen yang di bawah usia 42 tahun, kita harapkan tahun ini 5 persen,” jelasnya.

Menurutnya dengan adanya training, bisa menjadikan generasi milenial untuk paham apa itu kepemimpinan, sehingga mereka bisa menjadi pemimpin yang baik. Transformasi di BUMN tidak akan berjalan jika tidak ada transformasi Human Capitalnya.

Erick menjelaskan, human capital menjadi kunci yang sangat penting untuk terjadinya perubahan besar-besaran, pola pikir, dan tentunya akhlak di seluruh BUMN. Tentu BUMN tidak bisa bekerja sendiri sebagai Kementerian, oleh karena itu pihaknya bekerjasama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) untuk meningkatkan dan melahirkan talenta-talenta muda yang berdaya saing.

“Tranformasi yang kita hadapi ini apalagi dengan adanya pandemi, adalah transformasi tidak hanya perubahan pola pikir sehingga bisnis modelnya berubah tapi juga digitalisasi, dan makin terbukanya persaingan secara global,” katanya.

Erick berpendapat, training leadership sendiri tidak bisa digeneralisasi ama halnya dengan kepemimpinan perempuan juga. Seperti diketahui, perempuan-perempuan kuat tidak hanya aktif secara ekonomi tetapi juga sebagai ibu rumah tangga yang tidak kalah penting dalam mendidik anak-anaknya.

“Inilah balance yang saya rasa leadership ini juga training-training nya harus berubah, belum lagi training CEO sekarang kita sudah eranya benchmarking. CEO BUMN harus juga bersaing dengan CEO global harus ada benchmarking bisnis model,” katanya.

Dia menegaskan, tidak mungkin terjadi transformasi di BUMN jika tidak ada transportasi human capitalnya. Hal ini hubungan yang sangat erat antara kementerian dan komunitas atau insan BUMN menjadi suatu keharusan.

“Tetapi mempunyai maps yang jelas dan ekosistem yang akan dibangun secara baik dan transparan,” pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Berita terkait: