Erick Thohir khawatir BUMN tak siap bertransformasi dan kalah bersaing

Tidak kalah pentingnya perusahaan BUMN bisa bersaing dan berkembang. Kalau BUMN berkembang, tentu yang namanya penciptaan lapangan kerja akan terjadi Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir menekankan pentingnya transformasi BUMN agar dapat memenangkan persaingan di pasar terbuka yang dinamis.

“Inilah yang sangat dikhawatirkan saya secara pribadi ketika BUMN-nya tidak siap bertransformasi sehingga BUMN-nya punah karena kalah di persaingan,” ujar Erick Thohir dalam konferensi pers virtual Forum Human Capital Indonesia (FHCI) di Jakarta, Rabu.

Menurut Erick Thohir, itulah alasannya Kementerian BUMN saat ini membahas perihal human capital . Di era perubahan seperti ini sekarang, kata dia, sudah adanya bank yang sangat digital dan juga melihat bagaimana pabrik-pabrik manufaktur akan menuju ke arah teknologi kecerdasan buatan.

Erick Thohir mengatakan sejak awal pandemi pemerintah memiliki tiga program yakni Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh. Di mana Indonesia Sehat salah satu game changer -nya yang dilaksanakan adalah vaksinasi secara massal, gratis, dan kalau bisa secepatnya mencapai 70 persen dari penduduk Indonesia.

Baca juga: Erick targetkan 15 persen kepemimpinan perempuan di BUMN tercapai 2021

Program Indonesia Bekerja, bagaimana program-program pemerintah baik tahun lalu maupun tahun ini terus dilakukan, seperti bantuan sosial di segala lini, termasuk juga restrukturisasi daripada UMKM, guna menjaga keseimbangan dari kondisi lapangan kerja saat ini.

Program Indonesia Tumbuh, lanjut dia,  tidak kalah pentingnya. Turunan di Indonesia Tumbuh, selain implementasi undang-undang tenaga kerja yang harus mentransformasi sektor tenaga kerja dengan adanya Industri 4.0, jugsa salah satunya bagaimana pemerintah, BUMN, bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan global menciptakan  EV Battery di Indonesia sehingga ada lapangan kerja baru.

Ataupun, kata dia, seperti disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia harus menjadi lumbung pangan dunia, baik di perikanan maupun industri pangan lainnya.

Baca juga: Kunjungi Tiongkok, Erick bahas kemitraan pembangunan “EV Battery”

“Tidak kalah pentingnya perusahaan BUMN bisa bersaing dan berkembang. Kalau BUMN berkembang, tentu yang namanya penciptaan lapangan kerja akan terjadi,” ujar Erick Thohir.

Namun, lanjut Erick, kalau BUMN-nya mati dan kalah di persaingan ini yang membahayakan, karena sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia adalah BUMN.

“Inilah keseimbangan-keseimbangan yang kita terus mau jaga dan kita mau BUMN terus berkembang serta bisa bersaing seperti yang saya sampaikan di industri perbankan apakah Himbara bersaing dengan swasta ataupun bersaing dengan asing,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca juga: Menko Airlangga : UU Cipta Kerja kurangi dampak COVID-19

Baca juga: Presiden : Investasi dan lapangan kerja kunci pertumbuhan ekonomi 2021

Berita terkait: