Eric Trump bersedia diperiksa kejaksaan AS usai pilpres

New York () – Putra Presiden Amerika Serikat, Eric Trump, bersedia menjalani pemeriksaan dalam penyelidikan oleh jaksa agung Negara Bagian New York terkait dugaan penipuan nilai aset, demi mendapatkan pinjaman dan menghindari pajak, oleh ayahnya atau Trump Organization.

Namun, penasihat hukum Eric mengatakan kliennya bersedia diperiksa setelah pemilihan presiden AS pada 3 November 2020.

Dalam surat jawaban yang diserahkan ke pengadilan, Kamis (17/8), Eric melalui kuasa hukumnya mengatakan ada beberapa alasan yang membenarkan penundaan itu, di nya “jadwal perjalanan yang terlampau padat dan agenda lainnya”, serta “pentingnya menghindari kesan politisasi dalam proses penyelidikan”.

Penasihat hukum mengatakan mereka mengusulkan empat tanggal pemeriksaan untuk Eric, yang mulai sejak 19 November.

“Eric Trump selalu dan akan terus bersedia memenuhi surat panggilan,” kata tim penasihat hukum.

Juru bicara untuk Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James, lewat pernyataan tertulis mengatakan, “Kami tidak dapat mengomentari satu kasus tertentu, tetapi kami tidak dapat membiarkan pihak atau individu tertentu mendikte bagaimana kami menegakkan hukum, dan kami juga tidak akan membiarkan siapa pun menghindar dari surat pemanggilan yang sah di mata hukum”.

Jaksa James pada 24 Agustus menyebut Trump Organization, yang dipimpin oleh Eric, menghindari surat panggilan penyelidikan terkait “potensi penipuan dan pelanggaran hukum”. Walaupun demikian, kejaksaan belum menetapkan ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Trump Organization.

Jaksa agung New York itu mengatakan penyelidikan terhadap Trump Organization dimulai setelah eks pengacara pribadi Presiden AS Donald Trump, Michael Cohen, menyebut bahwa sang presiden telah melakukan penipuan dalam laporan keuangannya.

Menurut Cohen, Trump menaikkan nilai sejumlah aset demi mendapatkan pinjaman dan asuransi dan menurunkan nilai beberapa aset guna mengurangi jumlah pajak properti yang wajib ia bayar.

Sejauh ini, kejaksaan masih memeriksa empat properti milik Trump, yaitu Seven Springs Estate di Westchester County, New York; 40 Wall Street di Manhattan; Trump International Hotel and Tower di Chicago, dan Trump National Golf Club di Los Angeles.

Trump Organization mengatakan penyelidikan terhadap Donald Trump, seorang politisi dari Partai Republik, oleh James, seorang pendukung Partai Demokrat, terkait kepentingan politik.

Lewat surat jawab ke pengadilan, tim pengacara Eric mengatakan kliennya tidak seharusnya diwajibkan menyerahkan “ribuan halaman berisi transkrip percakapan” dari penasihat hukumnya. Kejaksaan juga memanggil tim pengacara untuk diperiksa.

Sidang terkait surat pemanggilan itu akan berlangsung di Pengadilan Negara Bagian New York di Manhattan pada 23 September 2020.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kejaksaan New York selidiki kemungkinan Trump manipulasi nilai aset

Baca juga: Pengadilan kabulkan permintaan Trump tunda penyerahan laporan pajak
​​​​​​​
Baca juga: Anak-anak Trump akan ambil alih kendali perusahaan

​​​​​​​

Berita terkait: