Empat Jalan Penghubung di Simalungun Terputus Akibat Longsor

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun segera memperbaiki empat ruas jalan yang terputus akibat longsor, Sabtu (21/11/2020) dini hari. Longsor ini terjadi akibat curah hujan sangat tinggi di daerah itu sejak, Jumat (20/11/2020) malam.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Manaor Silalahi mengatakan, empat ruas jalan lintas yang mengalami kerusakan, bahkan ada yang tidak dapat dilalui itu, merupakan jalan penghubung dari Siantar dan Simalungun.

“Lokasi longsor berada di jalur lintas Pematangsiantar-Tanah Jawa di Jembatan Sungai Tongguran, dan jalur Pematangsiantar-Parapat, persisnya di depan Sekolah Dasar (SD) Plus Tiga Balata, Jorlang Hataran,” ujar Manaor Silalahi, Minggu (22/11/2020).

BACA JUGA

Antisipasi Longsor Susulan Cianjur Selatan, Puluhan Jiwa Diungsikan

Menurutnya, lokasi longsor paling parah yang mengakibatkan kendaraan roda dua dan empat tidak dapat melintas, terdapat di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Jalan yang amblas dengan kedalaman lebih dari satu meter.

“Dalam waktu segera mungkin, jalan yang amblas ini akan ditimbun lagi. Perbaikan segera dilakukan agar masyarakat lancar beraktivitas. Jalan di Tanah Jawa ini juga merupakan penghubung, termasuk bila dilalui menuju Danau Toba,” katanya.

Kawasan jalan yang juga terdampak akibat musibah tanah longsor juga terdapat di Kecamatan Raya Kahean, yang merupakan perbatasan Nagori Bangun Raya – Kelurahan Sindar Raya, dan di Kecamatan Dolok Pangaribuan, Kabupaten Simalungun.

BACA JUGA

Bencana Hidrometeorologi di Jambi Merenggut Dua Korban Jiwa

Selain terjadi di Simalungun, bencana longsor juga terjadi kilometer 108 di Desa Pangambatan, Dusun Aek Hotang, Kabupaten Tanah Karo. Longsor ini menimpa dua unit bangunan rumah milik warga. Tidak ada korban jiwa akibat longsor ini.

Menurut Rusdi, salah seorang warga di Desa Pangambatan, masyarakat sudah mengetahui akan terjadinya longsor. Mereka langsung membantu pemilik rumah dengan mengangkati barang – barang dari dalam rumah sebelum longsor itu terjadi.

“Rumah yang hancur akibat longsor itu ditempati Besli Saragih (45) dan Radin Sinaga (45). Jadi mereka sudah mengungsi saat melihat kondisi rumah sudah dalam keadaan miring. Untuk korban jiwa maupun luka – luka sama sekali tidak ada,” sebutnya.

Berita terkait: