Ekspansi Bisnis, Blesscon Bangun Pabrik Baru di Jawa Tengah

Produsen bata ringan Blesscon, PT Superior Prima Sukses, ekpansi pabrik di Sragen, Jawa Tengah, dengan total kapasitas produksi sebanyak 1,6 juta meter kubik (m3) per tahun.

Production Director PT Superior Prima Sukses (SPS) Hendra Widodo menjelaskan, pabrik di Sragen itu merupakan pabrik ketiga SPS setelah dua pabrik lainnya, masing-masing di Mojokerto berkapasitas produksi sebesar 400.000 m3 dan di Lamongan berkapasitas produksi sebesar 700.000 m3.

“Kedua pabrik yang dimiliki perusahaan, telah menguasai pasar bata ringan di Jawa Timur sejak 2018,” kata Hendra, Selasa (23/2/2021).

BACA JUGA

Bricon Bidik Pertumbuhan Penjualan Dua Kali Lipat

Hendra menjelaskan, perusahaan berhasil mencapai pertumbuhan positif dari tahun ke tahun. Bahkan, di masa pandemi seperti sekarang, membuat Blesscon kian mantap melanjutkan ekspansi pabrik ke Jawa Tengah yang terdiri dari dua line atau jalur produksi line .

“Satu line dari pabrik tersebut mulai menjalankan produksinya di bulan Februari 2021 ini, sedangkan satu line lagi saat ini masih dalam tahan proses pembangunan. Rencananya, pada November 2021 nanti seluruh line sudah bisa beroperasi. Total kapasitasnya mencapai 1,6 juta m3 per tahun,” jelasnya.

Menurut Hendra, ekspansi pabrik baru tersebut akan mengukuhkan Blesscon sebagai produsen bata ringan terbesar di Indonesia dengan total kapasitas produksi sebanyak 2,7 juta m3 per tahun. Selain itu, pembangunan pabrik bata ringan berskala besar di Sragen ini juga merupakan angin segar bagi industri properti di Jawa Tengah.

Selama ini, kata dia, banyak pengembang properti maupun pengguna langsung atau end user di Jawa Tengah mendapat pasokan bata ringan dari produsen Jawa Timur. Dengan demikian, biaya distribusi bata ringan di Jateng lebih tinggi dari bata ringan dibandingkan dengan di Jatim.

BACA JUGA

Sambut Relaksasi KPR, Apersi Targetkan Bangun 150.000 Rumah

“Harapannya, kehadiran pabrik di Sragen akan menjadikan bata ringan yang lebih terjangkau sehingga akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Dengan adanya Blesscon di Sragen, biaya distribusi bisa ditekan,” tandas Hendra.

Sementara itu, Commercial Director PT Superior Prima, Henrianto, mengatakan, sejumlah proyek swasta dan pemerintah yang tertunda akibat pandemi sempat memukul industri properti dan konstruksi. Kondisi ekonomi makro yang buruk juga menjadi salah penyebabnya.

Meski begitu, di masa pandemi itu, ia masih optimistis tetap ada peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan bagi pelaku bisnis. Blesscon pun memanfaatkan peluang itu sehingga tetap mengalami pertumbuhan saat perlambatan ekonomi melanda Indonesia.

“Kita memang sempat khawatir di kuartal pertama pada 2020, tapi akhirnya kami finish di 2020 dengan catatan pertumbuhan positif 9 persen dibanding tahun sebelumnya. Kami berhasil menjaga performa produksi sekaligus penyerapan di pasar,” terang Henrianto.

Berita terkait: