Dubes Inggris: Pemakaman Pangeran Philip Dibatasi Hanya 30 Orang

– Duta Besar (Dubes) Inggris Owen Jenkins mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia, termasuk Presiden Joko Widodo, atas ucapan belasungkawa meninggalnya Pangeran Philip , Duke of Edinburgh.

“Kami berterima kasih atas doa dan berkat Anda untuk Ratu kami dan juga anggota Keluarga Kerajaan, selama masa berkabung ini,” ujar Owen dalam keterangan tertulis yang diterima , Kamis (14/4/2021).

Seperti diberitakan pada Jumat 9 April 2021, Istana Buckingham mengumumkan kabar yang menyedihkan tentang wafatnya Yang Mulia Pangeran Philip, Duke of Edinburgh.

Menurut Owen, pemakaman Yang Mulia Pangeran Philip akan dilakukan, Sabtu (17/4/2021) di Kapel St George, Windsor.

Prosesi pemakaman akan dimulai dengan mengheningkan cipta secara nasional pada pukul 3 sore waktu Inggris, dan akan menjadi Upacara Pemakaman Kerajaan ( Ceremonial Royal Funeral ), serupa dengan yang diadakan untuk The Queen Mother (ibunda Ratu Elizabeth II) pada bulan April 2002.

Sesuai dengan protokol kesehatan masyarakat terkait Covid-19, tidak akan ada prosesi pemakaman umum.

“Pemakaman akan diadakan di dalam Kastil Windsor , dan dibatasi hanya untuk 30 orang, aturan yang sama ini berlaku untuk Keluarga Kerajaan seperti layaknya semua warga negara Inggris. Keselamatan publik tetap harus diutamakan,” ujar Owen.

Disebutkan bagi masyarakat yang ingin memberikan penghormatan atau mengirimkan pesan belasungkawa, diharapkan dapat langsung mengisi buku belasungkawa secara daring di www.royal.uk/books-condolence , atau bagi mereka yang ingin memberikan sumbangan, bisa berdonasi ke badan amal pilihan masing-masing.

Owen menjelaskan, seperti dikatakan PM Inggris Boris Johnson, “kita bersatu dalam kesedihan dan rasa syukur. Kita berduka atas meninggalnya Pangeran Philip, dan juga berterima kasih atas dedikasi Pangeran Philip selama hidupnya untuk Inggris & Persemakmuran”.

Beliau mengemban tugasnya secara terhormat selama hampir 14 tahun di Angkatan Laut Inggris, mendukung lebih dari 992 badan amal, dan Pangeran Philip adalah sumber kekuatan bagi istri tercintanya, yang setia mendampingi Yang Mulia Ratu Elizabeth II selama 73 tahun.

BACA JUGA

Kisah Cinta 73 Tahun Pangeran Philip-Ratu Elizabeth Berakhir di Kastil Windsor

Pangeran Philip bukan hanya sebagai pahlawan Angkatan Laut yang memerangi fasisme dalam Perang Dunia II. Beliau juga pencipta penghargaan Duke of Edinburgh, pendukung setia konservasi, margasatwa dan lingkungan.

“Warisan Pangeran Philip dirasakan oleh jutaan orang di Inggris dan di seluruh dunia. Kami yakin karya-karyanya akan terus berlanjut,” papar Owen.

Pertama dalam karya World Wildlife Fund (WWF) – salah satu badan amal lingkungan terbesar di dunia yang didukung oleh Pangeran Philip selama 31 tahun.

Beliau juga mendukung aliansi antara pemuka agama dan konservasionis ( Alliance of Religions and Conservation /ARC)). Pangeran Philip melihat konservasi alam sebagai ‘keharusan moral’ dimana sains dan agama harus bekerja sama untuk mencapainya.

Kedua melalui skema Duke of Edinburgh Award, yang kini beroperasi di 140 negara di dunia, termasuk Indonesia. Program ini mendorong kaum muda berusia 14-24 tahun untuk berkontribusi dalam komunitasnya melalui kerja amal, pengalaman berpetualang di alam, dan belajar keterampilan di luar kelas.

BACA JUGA

Pangeran Philip, Suami Ratu Elizabeth, Mangkat di Usia 99

Pada 2017, lebih dari 6 juta kaum muda telah mengambil bagian dalam program ini di Inggris, dan 8 juta lainnya telah berpartisipasi di seluruh dunia.

Setiap tahun, sekitar 300.000 kaum muda mengikuti program ini untuk mendapatkan penghargaan Duke of Edinburgh di Inggris, dengan menjadi sukarelawan dan bekerja di badan-badan amal di Inggris, dan proses ini berhasil menyumbangkan waktu sebanyak 3,5 juta jam untuk karya-karya amal tersebut.

“Di Indonesia, sekitar 1.500 kaum muda juga berpartisipasi setiap tahunnya dalam program ini,” ujar Owen.

Owen menambahkan, dirinya sendiri pernah memenangkan penghargaan emas ini beberapa tahun yang lalu, dan membawa ayahnya untuk menerima penghargaan dari Pangeran Philip di Istana Buckingham.

“Penghargaan tersebut berhasil mendorong untuk menemukan jati diri saya, membuat saya lebih mandiri dan bertanggung jawab, serta membantu kita menjembatani kesenjangan antara masa kecil dan dewasa,” pungkasnya.

Berita terkait: