Dubes Andri Hadi serahkan surat kepercayaan kepada Raja Belgia

Sebagai negara dengan penduduk sekitar 270 juta, tentunya Indonesia menghadapi beberapa tantangan menangani pandemi COVID-19 ini.Namun, dengan adanya vaksin, diharapkan Indonesia akan dapat mengelola pandemi COVID-19 dengan lebih baik Jakarta – Duta Besar RI untuk Belgia Andri Hadi menyerahkan surat kepercayaan (letters of credentials) kepada Raja Belgia Philippe di Brussels pada Rabu (13/1), dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

Mengawali perbincangan dalam pertemuan tersebut, Dubes Andri menyampaikan salam hormat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Raja Philippe yang sempat bertemu pada saat kunjungan Presiden RI ke Belgia pada 2016.

Pertemuan kala itu sangat berkesan bagi Presiden Jokowi, karena itu ia mengundang Raja Philippe untuk mengunjungi Indonesia, jika kondisi pandemi telah membaik.

Baca juga: Indonesia sampaikan belasungkawa atas wafatnya tokoh dari Luksemburg
Baca juga: Indonesia tekankan pentingnya kerjasama EU CEPA

“Sebagai negara dengan penduduk sekitar 270 juta, tentunya Indonesia menghadapi beberapa tantangan menangani pandemi COVID-19 ini.Namun, dengan adanya vaksin, diharapkan Indonesia akan dapat mengelola pandemi COVID-19 dengan lebih baik,” kata Dubes Andri seperti disampaikan dalam keterangan KBRI Brussels, Kamis (14/1).

Kepada Raja Philippe, Dubes Andri juga menginformasikan bahwa Indonesia telah memulai program vaksinasi COVID-19, dengan suntikan pertama yang diberikan kepada Presiden Jokowi pada Rabu.

Raja Philippe menyampaikan rasa duka cita dan simpati pemerintah dan rakyat Belgia atas musibah kecelakaan pesawat Sriwijaya yang terjadi pekan lalu.

Menanggapi pernyataan tersebut, Dubes Andri menjelaskan bahwa kotak hitam pesawat telah ditemukan untuk diinvestigasi lebih lanjut guna mencari tahu penyebab kecelakaan.

Perbincangan hangat Raja Philippe dan Dubes Andri berlanjut ke beberapa isu bilateral seperti kerja sama penanggulangan terorisme dan minyak kelapa sawit.

Kepada Raja Philippe, Dubes Andri menjelaskan bahwa minyak sawit Indonesia merupakan produk berkelanjutan (sustainable palm oil) yang diregulasi secara ketat serta memiliki sertifikasi baik nasional (ISPO) maupun internasional (RSPO).

“ Palm oil justru merupakan satu-satunya vegetable oil (minyak nabati—red) yang memiliki proses sertifikasi. Semua palm oil Indonesia yang diekspor ke Eropa adalah palm oil yang berkelanjutan,” kata Dubes Andri kepada Raja Belgia.

Raja Philippe dan Dubes Andri Hadi sepakat akan perlunya penyelesaian segera negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (l-EU CEPA) agar dapat mengoptimalkan potensi yang besar dari kedua negara.

Dalam pertemuan berdurasi sekitar 30 menit tersebut, Dubes Andri Hadi memberikan buku menarik mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia berjudul “Revolusi” yang ditulis oleh sejarawan yang juga arkeolog terkemuka di Belgia, David Van Reybrouck. Pemberian buku ini diapresiasi oleh Raja Philippe.

Hubungan bilateral Indonesia dan Belgia dimulai sejak 1949 dan berjalan baik hingga saat ini. Total perdagangan Belgia dan Indonesia pada 2019 mencapai 1,7 miliar dolar AS (sekitar Rp23,9 triliun). Sementara pada periode Januari-Oktober 2020, perdagangan kedua negara tercatat sebesar 1,4 miliar dolar AS (sekitar Rp19,8 triliun), dengan surplus di pihak Indonesia.

Komoditas ekspor Indonesia ke Belgia lain alas kaki, garmen, furnitur, tembakau, kopi, teh, rempah, produk kulit, kayu, dan produk kayu.

Nilai investasi Belgia di Indonesia selama lima tahun terakhir tercatat sebesar 610,89 juta dolar AS (sekitar Rp8,6 miliar). Sedikitnya terdapat 870 perusahaan yang melakukan aktivitas bisnis dan perdagangan dengan Indonesia, lain Tribu NV, Ethnicraft, Vincent Sheppard, Socfin, Tereos Fks, SIOEN dan Lavatextiles.

Sebagai payung penguatan kerja sama bilateral, Indonesia dan Belgia telah menyepakati pembentukan mekanisme konsultasi bilateral,yang saat ini telah memasuki tahap penandatanganan oleh kedua belah pihak.

Dubes Andri Hadi tiba di Belgia pada 11 November 2020.Selain bertugas sebagai Dubes RI untuk Belgia, Dubes Andri juga diberi kepercayaan sebagai Duta Besar RI untuk Keharyapatihan Luksemburg, Uni Eropa, dan World Customs Organization.

Baca juga: Foto soal toleransi beragama di Indonesia digelar di Parlemen Belgia
Baca juga: Tenun asal Sumatera Utara dipamerkan di Belgia

Berita terkait: