Dua Kemungkinan Maksud Ahok: Sinyal Perombakan Direksi atau Cari Panggung

– Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai kritik Komisaris Utama PT. Pertamina Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) terhadap internal korporasi ada kemungkinan yang melatari.

Pertama, kemungkinan maksud bicara Ahok adalah sinyal akan ada perombakan direksi . Kedua,  kemungkinan Ahok sedang mencari panggung.

Akademisi Univesitas Paramadina mengatakan sebagai komisaris utama, Ahok mestinya langsung membenahi korporasi Pertamina yang disinyalir ada yang tidak tepat.

“Ya diberesin saja, saya rasa dia punya wewenang untuk itu, tidak perlu berbicara kritik melalui media sosial, kasihan saja sama pekerja Pertamina yang sudah bekerja dengan baik dan benar terkena imbasnya,” katanya.

Baru-baru ini,  Ahok buka-bukaan lewat media sosial mengenai kondisi tata kelola internal Pertamina. Menurut Ahok banyak hal yang berjalan tidak semestinya terkait bisnis dan keuangan Pertamina.

Misalnya, terkait gaji direksi yang dinilainya terlalu tinggi dan tidak sesuai. Ia mengatakan sebaiknya gaji sesuai pangkat dan kinerja.

Selain itu, dia juga mengkritik kinerja dari Kementerian BUMN yang menurutnya terlalu banyak permasalahan subyektif atau konflik kepentingan.

Jangan buru mau jadi super holding

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyampaikan bahwa Kementerian BUMN sedang fokus memperbaiki supply chain atau rantai pasok di Indonesia melalui klasterisasi dan sub-holding sebelum memikirkan ide super holding BUMN.

“Kita jangan buru-buru mau super holding, itu ide besar memang. Tapi kita lihat dulu apakah ini efektif gak, sekarang ini kan masih sendiri-sendiri. Jadi masih jauh pemikiran mengenai super holding,” ujar Arya Sinulingga menanggapi komentar Ahok soal super holding.

  • «
  • 1
  • 2
  • »