DPRD NTT desak pemerintah setempat tanggap darurat fasilitas vital

Kupang – Komisi V DPRD NTT mendesak pemerintah Provinsi NTT agar segera melakukan langkah tanggap darurat fasilitas vital yaitu fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan yang terdampak langsung bencana badai siklon tropis Seroja.

“Pemerintah perlu segera melakukan koordinasi cepat dan langkah tanggap darurat terhadap fasilitas kesehatan dan pendidikan mengingat kebutuhannya sangat urgen dan mendesak,” kata Ketua Komisi V DPRD NTT,¬†Yunus Takandewa, di Kupang, Kamis.

Baca juga: TNI mengerahkan prajurit dan alutsista bantu korban bencana di NTT-NTB

Hali itu dia katakan saat memimpin rapat Komisi V DPRD NTT bersama mitra terkait, di nya BPBD NTT, Dinas Sosial NTT, Bapelitbangda NTT, Badan SAR, serta bagian anggaran dan BMKG.

Baca juga: Ratusan warga Sabu Raijua mengungsi akibat terdampak badai Seroja

Takandewa menjelaskan keberadaan fasilitas kesehatan harus dipastikan siap dalam kondisi bencana sehingga bisa menampung para korban bencana yang mebutuhkan bantuan medis.

Selain itu juga fasilitas pendidikan yang terdampak bencana badai siklon tropis Seroja juga perlu segera dibenahi karena NTT sendiri akan segera memberlakukan belajar tatap muka secara terbatas di sekolah.

Baca juga: BNPB kirim lagi bantuan bencana siklon Seroja ke NTT

Oleh karena itu dia meminta pemerintah provinsi segera menyiapkan skema dana tanggap darurat bencana melalui biaya tak terduga dengan menyesuaikan kebutuhan penanganan bencana lain yaitu pandemi Covid-19.

Selain tanggap darurat terhadap fasilitas kesehatan dan pendidikan, pihaknya juga meminta Dinas Sosial NTT bersama mitra strategis lain agar menangani korban terdampak bencana yang kini masih berada di tempat penampungan darurat.

Baca juga: Korps Marinir TNI AL kirim pasukan bantu korban bencana di NTT

Pasokan kebutuhan posko bencana dan dapur umum, kata dia harus diperkuat untuk melayani kebutuhan dasar warga di lokasi pengungsian.

Takandewa juga meminta BPBD NTT agar berkoordinasi mengaktifkan posko bencana di provinsi dan kabupaten/kota sebagai pusat pangkalan data dan koordinasi penanganan bencana dengan berkoordinasi dengan posko dan dapur umum swadaya.

“Belajar dari bencana badai Seroja ini maka sistem mitigasi bencana dan desiminasi informasi penting untuk diperkuat agar mencegah dampak yang lebih parah,” katanya.

Baca juga: TNI AU kirim bantuan bagi korban bencana di Flores NTT

Berita terkait: